Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

The Lego Movie: Pesan Moral

Kali pertama kami menyempatkan diri menonton bioskop setelah bertahun-tahun absen adalah menikmati Comic 8. Agak egois sih karena memaksa E-boy dan E-baby ikut serta. Plus mengajak neneknya anak-anak supaya ada yang mengajak anak-anak keluar saat mereka rewel. Comic 8 ini film buat remaja. Cukup bagus (juga lucu) bila disandingkan dengan film-film dalam negri lainnya.

Saat membeli tiket, kami melihat poster The Lego Movie dengan tulisan coming soon. E-boy tampak berbinar-binar ingin menonton film tersebut. Suami sudah pesimis aja. Katanya itu hanya iklan dan belum tentu diputar. Duuh... Akhirnya saya buat status di fb. Eh teman saya yang bekerja di bioskop segera memberi komen. Menginformasikan kalau film ini sudah diputar di Mandala.

asyik makan popcorn sebelum film diputar

lampu di gedung bioskop sudah dimatikan, AC sangat dingin

Segera saja saya membuat jadwal. Dalam satu hari, beberapa tujuan terlaksana dan kali ini tidak mengajak neneknya anak-anak. Kok ya kebetulan kami memang harus ke Malang Plaza untuk servis hp suami yang tidak bisa di-charge (gara-gara E-boy main bad piggies tanpa henti). Kembali ke The Lego Movie, menit-menit pertama merupakan kesulitan buat saya untuk mengikuti jalan ceritanya. Sssst saya sertakan juga hasil rancang lego-nya E-boy yaa...

A. tong sampah (dua buah), B. tembak (dua buah), C. skating park, D. jendela kaca, E. area nahkoda, F. atap anti bocor

Begitu monoton dan "kanak-kanak" sekali. Namun, seiring berjalannya film, fokus saya terkunci. E-boy suka sekali. Tampak serius menikmati jalan ceritanya. Kelemahan saya ini adalah tidak bisa melihat detil film. Visual maupun audio. Jadi kalau E-boy bilang "bunda, pesawatnya bagus"... atau suami "ngerti gak istilah yang dipake buat nyebut pantat di film tadi?". Saya hanya bisa bengong...

Terlepas dari ke-bengong-an saya menonton The Lego Movie. Beberapa pesan moral yang saya tangkap adalah:
  1. Pujilah anak,, katakan bahwa anak kita itu spesial.. agar ia tumbuh menjadi anak yang penuh rasa percaya diri
  2. Bermain bersama anak itu merupakan masa-masa keemasan yang tidak dapat tergantikan
  3. Hargai anak untuk setiap usaha yang dilakukannya
  4. Hasil kreativitas anak yang tampak sepele dan tidak logis itu sebenarnya luar biasa
  5. Mengikuti aturan/perintah/petunjuk itu bagus tetapi jauh lebih bagus bila seseorang punya spontanitas dan kreativitas dalam membuat keputusan
Sepertinya itu dulu sih yang terlintas sesaat setelah film tamat. Ada yang mau menambahkan? Untuk film dengan rating 8,6 (sumber di sini), saya masih ingin menonton lagi... Agar pertanyaan atau penyataan di atas (yang membuat saya bengong dan tampak oon) bisa saya respon dengan semestinya.. Sampai sekarang pun kesan positif film tersebut masih melekat di E-boy... Beberapa hari ini selalu saja E-boy berseru "bunda, film legonya bagus yaaa....".

Kamis, 06 Februari 2014

Q&A Smart Parents for Healthy Children (Bab 1D)

Hari-hari belakangan sangat sibuk. Wira-wiri ke sana ke mari. Pekerjaan rumah pun tak ada habis-habisnya. Satu dibereskan, satu berantakan. Begitu terus seperti lingkaran gak ada ujung pangkalnya. Dan satu kebiasaan yang kembali muncul: minum kopi! Padahal saya ini tidak kuat minum kopi. Tanpa sadar hari ini menghabiskan dua cangkir kopi. Betul sih pekerjaan saya hari ini beres. Tapi apa yang terjadi? Saya tak bisa tidur. Bahasa kerennya sih kancilen... Sudah dipakai edit foto, berburu bento buat acara Ecio, bongkar-bongkar blog jaman dulu dan tetap belum ada rasa mengantuk... Baiklah mari melanjutkan merangkum buku satu ini... Mulai yaak...


4. DIARE
  • Diare dan muntah bukan penyakit melainkan gejala. Oleh karena itu hal pertama yang perlu dilakukan adalah memikirkan penyebabnya.
  • Diare dan muntah merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari mikroorganisme, racun, dan benda asing.
  • Diare muntah pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan akan sembuh sendiri. 
  • Definisi diare itu BAB lebih dari enam kali per hari, cair, dan dalam jumlah banyak.
  • Prinsip utama penanganan diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Kebanyakan diare pada bayi karena infeksi virus misalnya rotavirus atau adenovirus. Tidak ada obatnya selain ASI dan oralit untuk mencegah dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Bila diare disertai darah, periksakan tinja, singkirkan kemungkinan amuba.
  • Anak yang sedang alergi terhadap protein susu sapi umumnya juga alergi terhadap protein kacang kedelai. Susu kedelai hanya untuk anak dengan kelainan bawaan lahir di mana tubuhnya tidak bisa mengolah laktosa (gula susu) karena kekurangan enzim laktase.
  • Diare pada bayi umumnya sembuh sendiri, umumnya disebabkan infeksi virus. Tidak perlu antibiotik (kecuali bila tinjanya ada darah). 
  • Jangan beri obat antidiare dan antimuntah. Diare dan muntah adalah mekanisme tubuh untuk membuang kuman, virus, dan racun yang masuk ke usus kita. Penggunaan adsorben seperti attapulgit, kaolin, dan pektat hanya mengubah tampilan feses, tidak menghentikan proses diare, jadi bisa menyamarkan gejala dehidrasi.
  • Berdasarkan lamanya gejala berlangsung, diare dibedakan menjadi:
  1. diare akut: bila berlangsung kurang dari dua minggu
  2. diare kronik: bila berlangsung lebih dari dua minggu
  • Secara garis besar, penyebab diare akut dibagi dua, yaitu infeksi dan bukan infeksi. Diare yang termasuk infeksi umumnya disebabkan oleh virus, dan ada pula yang penyebabnya bakteri, parasit, dan jamur. Diare bukan infeksi dapat disebabkan oleh malabsorpsi, dan alergi makanan, bahkan oleh obat (misalnya antibiotik). Namun umumnya diare akut pada anak disebabkan oleh virus. Apapun penyebabnya, umumnya tidak butuh obat kecuali oralit. Efek samping antibiotik yang tersering adalah diare. Makin sering anak mengonsumsi antibiotik, makin lama/sering anak diare.
  • Diare disertai lendir dan darah disebut disentri. Penyebabnya bisa amuba (parasit) atau bakteri. Disentri akibat amuba diterapi dengan metronidazol, tidak perlu antibiotik lain. Disentri akibat bakteri, diberi antibiotik yang sesuai kuman penyebabnya.
  • Cairan elektrolit tidak bisa menggantikan makanan, hanya menggantikan cairan dan elektrolit yang keluar melalui diare-mutah. Oleh karena itu, upayakan makanan tetap masuk meski hanya sedikit. Pada 24 jam pertama, boleh hanya minum cairan elektrolit, namun setelah 24 jam mulai berikan makanan (porsi kecil) sehingga terpenuhi kebutuhan nutrisi untuk perbaikan usus.
  • Diare memerlukan penanganan serius apabila disertai gejala berikut:
  1. dehidrasi berat
  2. anak sama seklai menolak minum atau muntah-muntah hebat
  3. diare disertai darah pada feses
  4. penurunan kesadaran
  5. kejang
  6. demam tinggi (hiperpireksia, suhu di atas 40,5 DC)
  7. muntah-muntah berwarna hijau
  8. perdarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya
  9. nafas cepat dan dangkal
  10. diare berlangsung lebih dari dua minggu
  • Tanda-tanda dehidrasi: 
  1. Dehidrasi Ringan: (a) mata kering dan menangis tanpa air mata atau hanya sedikit air matanya (b) mulut dan bibir lebih kering (c) buang air kecil sedikit lebih jarang/popok basah tidak sesering biasanya
  2. Dehidrasi Sedang-Berat: (a) mata cekung (b) lemas (c) sangat kehausan (d) semakin jarang buang air kecil atau ganti popok/popok jarang basah (e) kulit kering
  3. Dehidrasi Berat: (a) pada bayi di bawah usia 6 bulan, ubun-ubun terlihat cekung (b) tidak mau minum (c) tidak buang air kecil lebih dari 8 jam (d) ketika kulit “dicubit” dengan dua jari, kulit sulit balik ke bentuk asal (e) sangat lemas atau kesadarannya menurun
  • Prinsip penanganan diare adalah: 
  1. atasi kekurangan cairan, dengan memberikan cairan sebanyak mungkin setiap kali anak BAB. Cairan yang dapat diberikan antara lain: larutan elektrolit (oralit), ASI, susu, atau air tajin. Pada diare, susu tidak perlu diencerkan atau diganti dengan yang rendah laktosa, kecuali bila terbukti diare disebabkan karena intoleransi laktosa
  2. untuk anak yang susah makan, tetap berikan makanan dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasanya namun diberikan lebih sering
  3. obat antidiare tidak boleh diberikan. Akan memperpanjang sakit dan ada risiko efek samping
  4. antibiotik tidak diperlukan, kecuali bila terbukti penyebabnya adalah bakteri yang membutuhkan antibiotik
  5. cairan infus diberikan bila anak mengalami dehidrasi berat
  6. hindari pemberian makanan tertentu bila diare disebabkan oleh gangguan absorpsi makanan
  7. selalu menjaga kebersihan, berguna untuk mengatasi penyebaran penyakit
  • Segera bawa anak ke dokter bila: 
  1. diare disertai dengan darah
  2. diare banyak sekali, berwarna seperti air cucian beras
  3. anak mengalami dehidrasi berat
  4. anak sangat mengantuk 

[rangkumam lain bisa dilihat di label Buku QnA]

Jumat, 20 Desember 2013

Q&A Smart Parents for Healthy Children (Bab 1C)

Ini adalah usaha kedua saya dalam membuat rangkuman buku Q & A Smart Parents for Healthy children. Kemarin lusa entah mengapa ketikan saya hilang begitu saja. Membuat saya dongkol setengah mati. Baiklah mari berusaha lagi... Rangkuman ini buat diri sendiri... Semoga juga bermanfaat buat siapapun yang kesulitan mencari buku satu ini...


3. BATUK PILEK
  • Batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan jalan napas, untuk membuang semua hal (termasuk dahak) yang mengganggu atau menyumbat saluran napas. Jadi, batuk BUKAN penyakit dan batuk bukan “momok”. Batuk merupakan refleks untuk melindungi saluran napas.
  • Batuk bukan penyakit melainkan "alarm". Oleh karena itu, pikirkan apa penyebabnya. Pada bayi dan anak kecil, umumnya disebabkan infeksi virus. Tahunya? Keluar ingus!
  • Prinsip penanganan batuk adalah watchful waiting, yaitu diobservasi sambil memperhatikan keadaan umum lainnya. Bukan langsung merogoh obat.
  • Pengencer dahak terbaik adalah air hangat.
  • Batuk pada anak usia sekolah umumnya disebabkan oleh infeksi virus kecuali bila berkepanjangan lebih dari empat minggu, bisa alergi, bisa kuman. Gejala batuk biasanya akan disertai gejala lain misalnya demam, pilek, atau sesak, kecuali pada alergi. 
  • Jangan berikan obat untuk menghilangkan batuk (menekan refleks batuk ) seperti dekstometorfan atau kodein. Mengapa? Saat anak terkena infeksi virus, terjadi peningkatan produksi lendir di saluran napas sehinggga anak pun “harus” batuk dalam rangka membuang dahak serta membuang kuman/virus penyebab batuknya. Batuk menyebabkan dahak keluar dari jalan napas dan di/tertelan.
  • Pemberian antibiotik pada batuk pilek sama sekali tidak berguna bahkan merugikan karena ia justru akan membunuh bakteri baik di tubuh kita. Efek sampingnya antara lain radang usus besar (kolitis), reaksi alergi, dan munculnya bakteri yang kebal tehadap antibiotik.
  • Muntah pada batuk pilek membantu mengeluarkan lendir. Muntah tidak berbahaya, yang berbahaya kalau dehidrasi akibat muntah. Jangan berikan obat antimuntah karena racun atau zat-zat lain yang membahayakan tidak bisa dikeluarkan bahkan tetap tersimpan di dalam tubuh dan menjadi lebih bahaya. Muntah justru diperlukan.
  • Obat antimuntah akan menyebabkan kita kehilangan jejak atau misleading, di mana bila ada masalah yang lebih berat bisa tidak terdeteksi karena gejala yang ada dihilangkan (dan kita pikir dia sudah sembuh).
  • Asma sama dengan alergi dan pengobatannya adalah HINDARI, HINDARI, dan HINDARI pencetus alergi. Asma tidak bisa diobati dengan antibiotik. Kalau memang anak terkena serangan asma, obat yang paling manjur adalah obat bronkodilator dan steroid (misalnya deksametason) hirup untuk membuka jalan napas.
  • Alergi, asma biasanya ditandai oleh batuk pilek yang tidak terus-menerus, muncul pada saat-saat tertentu saja (misalnya malam hari) serta ada pencetusnya (udara dingin, debu, tungau rumah. Polusi, makanan). Manifestasi alergi lainnya adalah eksem, rinitis alergi (bersin-bersin/ingus di pagi hari, udara dingin atau terpapar debu), atau konjungtivitis alergi (mata merah berair). Jadi, HINDARI pencetusnya dan pelajari cara mengatasinya.
  • Obat-obatan yang tidak perlu saat asma:
  1. sedatif/”obat tidur” (diazepam; luminal), atau yang bisa menimbulkan efek samping sedatif (misalnya CTM)
  2. pengencer dahak (ambroksol, bromheksin) karena dapat memperparah batuk
  3. antibiotik
  • Anak asma butuh kortikosteroid. Tapi anak yang sakit batuk pilek karena infeksi virus JANGAN diberi kortikosteroid. Efek sampingnya mengerikan, antara lain: hipertensi, keropos tulang, diabetes, gangguan pertumbuhan tulang (anak pendek), rambut tumbuh berlebihan (hirsutisme), moon face (muka bengkak), serta perdarahan saluran cerna.
  • Berdasarkan berlangsungnya, batuk dibedakan menjadi:
  1. batuk akut: bila berlangsung kurang dari 8 minggu
  2. batuk kronik: bila berlangsung lebih dari 8 minggu
  • Batuk akut pada anak umumnya disebabkan infeksi virus. Tidak perlu obat-obat khusus apalagi antibiotik dan kortikosteroid. Cukup berikan banyak cairan. Batuk akut memerlukan penanganan serius apabila disertai gejala berikut:
  1. dehidrasi berat. Anak benar-benar menolak minum atau muntah-muntah hebat
  2. penurunan kesadaran
  3. sesak napas
  4. kejang lama atau kejang berulang
  5. demam tinggi (hiperpireksia, suhu diatas 40,5 DC)
  6. muntah-muntah berwarna hijau
  7. perdarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya 
  • Tanda-tanda sesak napas:
    1. frekuensi napas lebih dari:
    40 kali/menit (usia 0-2 bulan)
    30 kali/menit (usia 3-12 bulan)
    24 kali/menit (usia 1-6 tahun)
    20 kali/menit (usia 7-13 tahun)
    16 kali/menit (usia di atas 13 tahun)
    2. ada tarikan otot-otot bantu napas (terlihat cekungan di bawah leher, di dada, di bawah tulang rusuk)
    3. napas cuping hidung (cuping hidung tampak kembang-kempis)
    4. napas terengah-engah, susah bicara
  • Batuk pilek pada bayi kecil umumnya menyertai penyakit bronkiolitis. Bronkiolitis adalah peradangan pada bronkiolus (cabang-cabang saluran napas kecil yang menghubungkan bronkus/cabang tenggorok dengan paru-paru). Umumnya bronkiolitis disebabkan oleh infeksi virus antara lain RSV, adenovirus, dan parainfluenza. 
  • Gejala awal sama dengan gejala salesma seperti ingus meler, bersin, batuk ringan, demam (atau sebaliknya, badan lebih dingin dari biasanya), rewel, cengeng. Dalam dua-tiga hari batuk menjadi-jadi dan dapat disertai mengi. Bila memberat, bisa timbul sesak.
  • Bronkiolitis dapat digolongkan menjadi:
  1. bronkiolitis ringan: keadaan umum cukup baik, masih mau minum dan tidak sesak napas. Tidak memerlukan penanganan khusus, tidak perlu terapi uap dan antibiotk. Jika demam tinggi/sangat rewel, berikan parasetamol. Berikan ASI sesering mungkin saja
  2. bronkiolitis sedang: anak agak sesak. Napas disertai tarikan otot-otot bantu napas (sekitar dada dan perut) dan mulai bernapas menggunakan cuping hidung, mulai sulit untuk diberi makan, bisa terjadi dehidrasi ringan, napas pendek saat menyusu atau makan, atau terdapat beberapa periodettidak bernapas (apne)
  3. bronkiolitis berat: anak sangat lemah, tidak mau minum/makan, sesak (tarikan otot bantu pernapasan, napas cuping hidung, dan grunting), tampak lelah untuk bernapas, dehidrasi berat, dan sering terdapat periode tidak bernapas yang waktunya cukup panjang. Anak dengan bonkiolitis sedang-berat segera bawa ke rumah sakit. Ia butuh terapi inhalasi dengan larutan hypersaline.
  • Meski bronkiolitis dapat mengenai semua bayi, umumnya yang terkena adalah bayi kecil yang sering berada di luar rumah, sering terpapar rokok, dan bayi yang mendapat susu formula. Oleh karena itu, jangan lupa ASI eksklusif ya.
  • Batuk lama (kronik) tidak berbahaya. Penyebab tersering adalah kondisi lingkungan (polusi, lembab, asap rokok). Penyebab lainnya adalah infeksi virus berulang yang menyebabkan bronkitis (radang di saluran napas cabang tenggorokan). Pada anak kecil, infeksi virus dapat terjadi berulang kali, sehingga batuk terkesan menetap.
  • Penyebab lain batuk lama (kronik) adalah alergi, asma atau gangguan THT seperti sinusitis, post nasal drip (lendir dari rongga hidung yang masuk ke dalam rongga mulut), dan otitis media. Atau refluks (aliran balik) asam lambung. Pada usia sekolah ada pula yang dinamakan batuk psiko-genik, yaitu batuk kering yang terjadi tanpa ada bukti kondisi medis yang mendasari, tapi lebih berhubungan dengan keadaan emosi anak.
  • Batuk kronik butuh penanganan serius apabila:
    1. munculnya batuk pada awal kelahiran bayi, hal ini dapat menunjukkan: 
    • kelainan bawaan yang menyebabkan gangguan makan dan menimbulkan aspirasi (tersedak), kelainan anatomi jalan napas.
    • Gangguan pada fungsi silia termasuk fibrosis kistik
    • adanya pneumonia virus kronik (misal oleh CMV) yang dialami selama dalam kandungan atau mendekati waktu persalinan
    2. batuk kronik disertai dahak yang kental dan purulen (bernanah)
    3. batuk menetap setelah anak tersedak
    4. batuk terjadi setelah atau selama pemberian makanan
    5. anak tampak sakit dan mengalami gangguan tumbuh kembang
  • Saat mengalami infeksi saluran napas, termasuk flu, bisa ditemukan gambaran perselubungan atau “bercak” putih di foto rontgen paru. Gambaran ini sering disalah-kaprahkan dengan istilah flek paru yang sebenarnya merupakan penghalusan (eufimisme) istilah tuberkulosis paru (TBC paru). Padahal, mendiagnosis TBC paru pada anak ibarat menyusun sekuntum bunga. Tidak bisa hanya mengandalkan pada satu kelopak saja, tidak bisa hanya berdasarkan rontgen.

[rangkumam lain bisa dilihat di label Buku QnA]

Selasa, 21 Mei 2013

Q&A Smart Parents for Healthy Children (Bab 1B)

Cukup lama juga jeda antara postingan yang pertama dengan kedua ini. Banyak kesibukan yang membuat waktu saya sangat tersita. Rangkuman pertama saya untuk buku ini sangat bermanfaat ketika E-boy tiba-tiba demam (2 minggu setelah fogging). Sementara di lingkungan tempat tinggal yang sekarang adalah basis demam berdarah. Dari tahun ke tahun selalu ada korban. Patokan saya ketika merawat anak demam hanya satu: CAIRAN (apapun bentuk dan rasanya, ya oralit, ya air putih, ya susu, ya teh manis, ya es krim, jus buah, sup, dll yang terlintas di otak). Anak menolak makan tidak membuat saya bingung. Kalau minum?? Segala cara harus dipergunakan untuk memastikan anak mau minum. Saya bisa jadi badut yang memainkan mimik muka aneh-aneh agar anak mau minum. Pujian setinggi langit tidak boleh alpa. Dan segudang cara unik lainnya dipergunakan agar cairan terus masuk ke dalam tubuh anak. Dan yang tak kalah pentingnya adalah membuat catatan tentang pola demam anak. Jam berapa dan suhu berapa serta penangannya apa.

Setidaknya, ketika rangkuman ini saya buat, itu berarti E-boy sudah terlepas dari masa kritis demam. Suhu turun dengan sendirinya tanpa intervensi paracetamol. Suhu tubuh normal sudah 24 jam tanpa ada penurunan gejala klinis. Semua oke. Nafsu makan membaik. Tanpa batuk pilek. Anak ceria dan pecicilan! Sedikit rewel ketika jam tidur. Bab 1B dari buku dr. Purnamawati membahas tentang kejang demam. Yuk disimak...

2. KEJANG DEMAM

  • Kejang demam adalah kejang yang timbul akibat demam yang terjadi pada bayi dan anak kecil yang bukan disebabkan oleh adanya suatu kelainan di otak. Sebagian besar anak dengan kejang demam suhunya di atas 38,3 DC dan biasanya terjadi pada hari pertama demam. Kejang demam tidak berbahaya, tidak mengganggu intelegensia.
  • Kejang demam bukan kondisi yang sering terjadi. Hanya satu dari 25-40 anak demam yang mengalami kejang demam (klik web milis sehat yuk).
  • Kejang demam (lebih dari 38,5 DC) tidak bisa dicegah. Yang perlu disediakan adalah diazepam rektal (disimpan di lemari es) yang hanya diberikan ketika anak kejang, bukan untuk pencegahan. Cara pemberian diazepam adalah lewat anus (per rektal). Sediaan di apotek hanya dua: 5 mg dan 10 mg. Dosisnya adalah 0,3-0,5 mg/kg/kali. Diazepam memiliki masa kerja yang cepat dan cepat pula dibuang dari tubuh. Pemberian diazepam bisa diulang sampai tiga kali pemberian dengan interval 5 menit. 
  • Pemberian obat diazepam saat anak demam (bukan saat kejang demam) dinyatakan lebih banyak ruginya ketimbang manfaatnya. Karena mempunya efek samping berupa gangguan koordinasi, mengantuk, bahkan bisa menyebabkan gagal nafas.
  • Sampai saat ini tidak ada satupun guideline yang mengemukakan peran kopi untuk mencegah kejang demam.
  • Indikasi Elektroensefalografi (EEG) antara lain: kejang lama (> 10 menit), kejang berulang terlebih jika kejang muncul saat demam tidak tinggi, atau kejang fokal (yakni kejang bukan pada seluruh tubuh melainkan pada satu anggota tubuh saja). 
  • Biasanya hanya terjadi pada bayi berusia lebih dari 6 bulan sampai anak berusia 5 tahun, tetapi paling sering terjadi pada anak batita.
  • Apabila kejang pada usia kurang dari 6 bulan dan lebih dari 5 tahun, bawalah anak ke DSA neurologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Faktor resiko kejang berulang:
  1. kejang pertama terjadi pada usia kurang dari 12 bulan
  2. ada anggotta keluarga dekat yang pernah mengalami kejang demam
  3. kejang terjadi saat suhu tubuh relatif rendah
  4. kejang terjadi segera setelah anak demam
  • Apabila anak kejang pertama sebelum ia berusia 1 tahun maka ada kemungkinan berulang kejangnya sebesar 30%. Hanya 2% dari anak yang kejang berulang yang bisa mengalami epilepsi yaitu apabila kejangnya lama dan/atau kejangnya hanya pada sebagian tubuh, bukan seluruh tubuh pada anak dengan cerebral palsy.
  • Bila kejang demam pertama terjadi saat anak berusia kurang dari 15 bulan, memang resiko berulang lebih tinggi ketimbang bila kejang demam pertama terjadi pada usia lebih besar. Bila suhu 38 DC anak kejang demam, maka kemungkinan berulang juga lebih tinggi ketimbang anak yang mengalami kejang demam ketika suhunya 39,5 DC atau lebih. Bila jarak antara demam dengan kejang demam hanya 1-2 jam, maka kemungkinan berulangnya kejang demam juga lebih besar ketimbang kejang demam yang terjadi lebih lambat (tetapi masih dalam waktu 24 jam pertama demam). Bila ada anggota keluarga yang pernah mengalami kejang demam maka kemungkinan berulang juga lebih tinggi.
  • Anak harus rawat inap apabila ada tanda kegawatdaruratan seperti: kejangnya lama, sesudah kejang berhenti anak tidak sadar, kejang berulang dalam waktu singkat, kejang bukan di seluruh tubuh melainkan pada satu sisi tubuh (sisi kiri atau sisi kanan) atau pada salah satu bagian tubuh saja (tangan saja, kaki saja), ada ada indikasi rawat inap seperti dikemukakan di bab perihal demam.
  • Prinsip penanganan:
  1. tetap tenang, jangan panik
  2. baringkan di tempat yang aman (lantai) tanpa bantal
  3. longgarkan pakaian
  4. atur posisi (setengah tengkurap atau miring) untuk mencegah tersedak
  5. jangan meletakkan atau memasukkan apapun ke dalam mulutnya (misalnya sendok, termasuk makan dan minuman) karena bisa menyumbat jalan napas
  6. berikan diazepam supositori melalui anus
  7. saat kejang jangan menahan gerakan kejang untuk menghindari fraktur/patah tulang
  8. hitung lama kejang demam, amati bagian tubuh yang pertama kali mengalami kejang untuk referensi diagnosis dokter
  9. penangan demam (sesuai prinsip mengatasi demam)

[rangkumam lain bisa dilihat di label Buku QnA]

Selasa, 09 Oktober 2012

Leon Haines Band

Cilaka 13!

Isya tadi minum secangkir kopi. Dan sekarang hampir jam 12 teng. Beberapa menit menjelang tengah malam. Dan mata saya masih 100 W. Jadilah sebuah catatan tumbuh kembangnya Erdi di blog sebelah. Lengkap dengan editing+posting foto dan video. Karena tidak bisa tidur saya membongkar hard disk. Eh nemu lagunya Leon Haines Band yang berjudul For You to Remember (FYtR).

Asal muasal saya menemukan lagu FYtR ini juga agak lucu sih. Sekitar dua minggu atau tiga minggu yang lalu, saya menengok status YM semua teman yang sedang online. Kebetulan status temannya tante ya FYtR itu.. Pertama kali sih mikir "ah sih tante A sedang galau kali yaa". Tiba-tiba alam bawah sadar saya terpanggil. Di otak mulai mengalun sebuah lirik dan nada yang diulang-ulang.. "just for you to remember". Kepo sana-sini, dan dapatlah di youtube. Langsung di download lah tuh lagu. Suami yang semula duduk manis di sebelah saya mengerjakan beberapa perkerjaan di komputernya langsung terkaget-kaget. Betapa jadulnya lagu yang saya putar plus saya bisa mengikuti liriknya. Hihihihi... ekspresi suami itu antara takjub, heran, terpana, setengah gak percaya.

Nah, karena malam ini saya gak bisa tidur. Efek kopi yang luar biasa ditambah ada rasa gimana gitu yang bergelanyut karena beberapa hari lagi ibuk akan berangkat haji. Nge-blog punya Erdi udah kelar. Daripada bingung.... Mulai dah... Kebiasaan kepo berlanjut. Udah baca berita ini-itu (dan gak ada yang bikin sumringah). Mulailah mencari informasi Leon Haines Band sebenar-benarnya. Biasanya wikipedia itu top markotop untuk mencari pengetahuan populer. Dan saya harus kecewa karena tidak ditemukan di wikipedia. Beruntung saya hobi blogwalking. Sedikit informasi tentang Leon Haines Band membuat saya tersenyum. Semua blog itu ngomongin betapa indahnya masa-masa SMA yang berkaitan dengan Leon Band Haines. Kurang lebih masa pacaran lah. Nostalgia judulnya.

Sayangnya band ini hanya bertahan satu tahun, hanya sempat menelurkan satu buah album. Dari beberapa judul lagu, saya hanya bisa menemukan 4 judul saja:
1. FYtR
2. Another Clown
3. I Wanna See You Now
4. If Tomorrow Comes
Sekali saya mendengarnya, saya langsung bernyanyi. Oh hebatnya otak kita ya?! Menyimpan semua memori (dan moga-moga tidak hilang begitu saja). Cuma... yakin deh jaman dulu Bahasa Inggris saya berantakan! Duh perasaan ini semakin gak karuan saja, sedikit demi sedikit kenangan jaman lawas (prasekolah-SD) terputar kembali. Gara-gara 4 lagu Leon Haines Band ini saya jadi berkaca-kaca. Teringat jaman dulu saya menjadi cucu dan anak dan keponakan satu-satunya. Begitu dimanjakan.

Yang paling melekat adalah gambaran saya ketawa dengan posisi duduk selonjoran. Kelihatan banget gigi ompong. Hanya pakai kaos singlet plus celana super duper pendek alias celana dalam, bertopi kopyah (freak!!!). Merangkul boneka kermit di sisi kanan dan boneka babi di sisi lainnya. Ada pula boneka perempuan berkepang dua dan berponi. Semua boneka berukuran jumbo (bila dibandingkan badan saya yang mungil). Mungkin juga saat itu sambil mendengarkan salah satu lagunya Leon Haines Band. Serunya masa balita. Dibawa ke sana-ke mari. Diasuh dari satu orang ke orang lain. Sampai akhirnya lahir adik dan sepupu-sepupu yang lain.


Meski hampir seperempat abad berlalu, lagu-lagu Leon Haines Band masih menjadi kesukaan. Masih membuat badan saya bergoyang-goyang tak mau berhenti. Empat judul di atas bisa ditemukan di youtube. Rupanya masih banyak juga fansnya kok.. Dan semoga masih ada yang berbaik hati membagi lagu-lagu Leon Haines Band yang lain di youtube atau di 4shared atau di mana pun deh.
Ini ceritaku, Bagaimana ceritamu?


Gambar diambil dari http://aorwcmoderngospel.blogspot.com/2011/10/leon-haines-band-i-wanna-see-you-know.html

Selasa, 02 Oktober 2012

Di Luar Jam Kerja

Akhir-akhir ini suami ada jadwal ngajar di luar jam kerja. Itu artinya harus aktif menyiapkan sendiri ruang (pinjam kunci), juga memastikan sarana pengajaran siap. Ternyata gak enak juga ya harus ngajar di luar jam kerja itu! Karena TU sudah tutup. Kalau sudah begini yang kasihan sebenarnya banyak. Ya mahasiswa, ya dosen, ya istri dosen, ya anak dosen. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya kuliah di sore hari atau bahkan sesudah maghrib (kayak anak ekstensi aja, super duper capek mestinya). Ngajar di luar jam kerja akan sering dilakukan hingga semester ini berakhir. Atau bahkan semester besok-besok pun akan demikian mengingat jumlah mahasiswa melebihi kapasitas ruang dan dosen.

Kalau saya dan E-boy ikut, itu artinya kami punya acara lain yang tidak bisa diabaikan. Biasanya sih belanja mingguan atau mengunjungi mama-papa. Menunggu suami ngajar yang sekitar 2-3 jam terasa tidak menjemukan dengan adanya E-boy. Karena hari sudah sangat sore, area parkir sangat sepi. E-boy bebas berlari ke sana ke sini. Bernyanyi. Terkadang bermain di dalam jeep dengan aneka mainnya. Bermainnya bisa dengan mainan yang khusus dibawa atau bermain angry bird/cut the rope di hape saya. Begini penampakannya:

serius bermain cut the rope

Yang membuat saya takjub: E-boy menyanyi dalam Bahasa Jepang. Wooooooaaaaa..... saya yang emaknya aja tidak bisa. Saya perhatikan betul lagunya. Setiap kata yang terucap begitu jelas. Kurang lebih syairnya:
panda papanda kopanda
panda papanda kopanda
panda papanda kopanda
panda papanda kopanda 
 
mama mama chicchai chicchai mama
papa papa ooki ooki papa
Saya tahu pasti ini adalah lagunya film Panda Kopanda bikinan Studio Ghibli. Lucu, imut, anak-anak banget ceritanya. Meski film jadul (1972), masih enak kok buat diikuti. Mungkin E-boy menyanyikannya karena menggambarkan kedua orang tuanya Smiley





lagu pembuka Panda Kopanda yang dinyanyikan E-boy

Seringnya suami lembur, kadang berangkat dari pagi dan baru pulang menjelang maghrib,,, suami sering teler nih. Harusnya saya yang memijat. Eh ada penyabotase cilik. Tapi dalam hari bersyukur juga sih... Lumayan! Gak perlu menguras tenaga memijat-mijit suami. Toh ada E-boy yang melakukannya dengan senang hati.


mijit apa nyolek sih Nak?


pantes suami geli

Ramai dah kalau cowok senior dan cowok junior itu berkumpul. Berisik. Rumah jadi lebih hidup. Acara memijat bisa berubah jadi tangisan dan jeritan dan ketawa. Yang senior teriak-teriak "haduhh gelliii,,, jarinya kecil-kecil". Yang junior berseru "enak kan? Erdi pinter!".. Yang paling cantik cuma bisa ketawa sambil pegang perut sambil mengusap air mata yang keluar karena saking kocaknya. Ketika si senior meminta berhenti karena gak tahan gelinya maka jadilah si junior nangis kenceng masih pengen memijat.


Yaaaa... sekelumit betapa hebohnya, serunya, lucunya rumah kecil kami... Eh harusnya kalau sering lembur gini dapat uang eksra yak! Perlu disampaikan di mana nih? Rektorat? Dikti? Mari bermimpi sajalah....

Jumat, 15 Juni 2012

Hukum Ketertarikan - The Secret


Sudah lama saya menonton film berjudul The Secret, hanya saja baru kali ini saya punya waktu untuk sedikit mengulasnya. Saat saya melihat sampulnya, sungguh saya tidak berminat. Saya tanya suami "tentang apa sih ini?", jawaban singkat yang terdengar "supernatural". Hmm.. saya jadi penasaran! Bayangan saya adalah seorang atau beberapa orang tokoh yang punya kekuatan gaib. Ya semacam superman atau spiderman atau catwoman lah...

Ternyata bayangan saya sebelumnya itu salah total. Film ini adalah film dokumenter, kesaksian dan pengalaman beberapa orang yang mengalami kesuksesan atau kesembuhan dengan bekal kekuatan pikiran. Kekuatan pikiran yang disebut sebagai Hukum Ketertarikan. Hanya dengan berbekal pemikiran positif yang sangat kuat, kesuksesan bisa tercapai. Apa yang kita dambakan bisa terwujud. Meskipun langkah taktis dan rencana-rencana bagaimana mewujudkan keinginan kita itu belum kita buat dengan detil. Mumet? Ruwet?

Iya sekali kalau mumet dan ruwet. Saya harus fokus saat menonton. Beruntung film ini ditunjang dengan animasi yang cukup menarik. Sehingga E-boy pun ikut menikmati setiap detik filmnya. Mungkin kalau tidak ada animasi di sana sini, film ini akan sangat membosankan karena hanya penuh dengan perkataan dan pernyataan. Ada dua hal yang berkesan pada diri saya yaitu cerita tentang sembuhnya kanker payudara dan kembali normalnya seseorang yang dinyatakan hidupnya akan bergantung pada mesin. Setiap hari kedua orang tersebut berfikir positif bahwa bisa kembali sehat dan normal. Yang menarik, terapi tertawa digunakan oleh wanita yang divonis kanker payudara. Setiap hari wanita tersebut menonton film komedi bersama suaminya. Sedangkan sisi menarik cerita berikutnya adalah hebatnya kekuatan pikiran memerintah kerja sel-sel di dalam tubuh. Seseorang yang hidupnya bergantung pada ventilator pada akhirnya bisa bernafas secara mandiri dan bahkan bisa kembali berjalan. Setiap saat dia berfikir "bernafas" dan berusaha mengembangkan paru-paru dan otot diafragmanya. Begitu terus menerus hingga ventilatornya berhasil dilepas. Ajaib yah?!

Di film ini diceritakan cara-cara unik dan keajaiban-keajaiban yang terjadi dengan menggunakan kekuatan pikiran - Hukum Ketertarikan. Kalau di pengalaman saya pribadi juga banyak sebenarnya hal-hal ajaib yang terjadi karena kekuatan pikiran. Mulai dari pernikahan, kelahiran anak, barang-barang yang saya inginkan,, semuanya mulus berada dalam hidup saya. Tentu keyakinan dan pikiran positif itu perlu dibarengi tindakan nyata, sekecil apapun usaha yang kita lakukan. Kalau cuma berpikiran positif tanpa usaha itu namanya ngelamun. Tahun lalu saya bisa membeli hewan kurban hanya bermodalkan niat. Waktu itu ceritanya saya salah mengatur keuangan. Karena sudah ada niat berkurban, maka saya tenang saja (rencananya mau ambil uang tabungan) eh tidak disangka suami dinas luar pulau. Dan uang sakunya itu cukup buat membeli hewan kurban.

Sebagai istri yang memutuskan untuk di rumah saja dan meninggalkan dunia kerja,, tidak membuat saya bingung mengatur keuangan. Apalagi heboh mencari tambahan. Ajakan untuk bergabung di bisnis MLM saya abaikan (setelah membaca yang ini). Karena saya yakin dan percaya rezeki yang harusnya untuk saya itu akan mengalir melalui pintu rezeki suami. Dan memang terjadi demikian. Tapi bukan berarti saya diam saja. Sedikit bantuan untuk meringankan pekerjaan suami harus dilakukan. Krisis keuangan demi krisis keuangan terpecahkan dengan sendirinya. Seperti detik ini saat saya mendengar kabar adik masuk RS, saya tidak bisa melakukan apa-apa. Karena tidak ada alat angkut dan sedang menghadapi krisis keuangan lagi. Kemarin nekat memasukkan kendaraan ke bengkel. Lagi-lagi saya berfikir "ah semuanya akan baik-baik saja". Meski dengan perasaan campur aduk, kuatir, sedih, saya tetap percaya Tuhan itu hadir di setiap segmen hidup kita. Ujian bisa berupa apa saja. Secara mengejutkan di penghujung hari kemarin saya disodori 3 amplop. Amplop pertama tidak bisa diapa-apakan karena itu adalah dana penelitian yang harus dikelola dengan sangat hati-hati. Sedang dua amplop lainnya saya buka. Sangat cukup untuk membayar bengkel dan pajak tahun ini. Amplop tersebut adalah hasil kerja entah berapa bulan yang lalu. Alhamdulilah...

Dari pikiran saya yang "ah semuanya akan baik-baik saja" pada akhirnya bisa menyelesaikan masalah keuangan. Saya pun mendapatkan kabar gembira, adik sudah boleh pulang siang ini. Meski saya belum bisa menjenguk karena kendaraan baru keluar bengkel sore ini, tapi ini adalah kelegaan yang luar biasa. Saya tidak perlu mencari cara dan kepada siapa E-boy dititipkan saat saya ke RS (ngeri dengan si infeksi nosokomial). Menjenguk di rumah adalah yang terbaik. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan pemikiran Anda karena itulah yang akan Anda dapatkan.

Minggu, 20 Mei 2012

Buku-Buku, Semuanya Bagus! (Secuil Supernova: Partikel)

Sesuai janji pada diri sendiri. Bulan Mei ini ingin di rumah saja. Mau tak mau. Terpaksa tak terpaksa pun akhirnya saya banyak di rumah. Buku-buku (sebagian besar novel) telah terbaca. TV series jadul juga sudah tamat satu season. Sekarang jadi bingung mana dulu yang akan diresensi. Bagus-bagus sih! Semuanya selalu tersirat makna, ada hal yang bisa dijadikan pelajaran.

salah satu sudut rak buku terisi oleh Supernova

Akhir bulan lalu saya sangat girang ketika mengetahui Supernova 1-4 beredar di toko buku, baik online maupun offline. Langkah pertama sih beli secara online. Apa daya kesulitan melakukan transaksi keuangan. Jadi.... dengan amat terpaksa memburu novelnya Dee itu di toko buku. Dulu, sepuluh tahun yang lalu, saya mejadi peminjam tangan kesekian untuk Supernova 1. Maklum lah masih mahasiswi, belum bisa berfoya-foya dalam membeli buku atau novel. Dibalik semua itu, demi rasa sungkan, saya menjadi pembaca cepat. Supernova 1-4 yang saya borong bulan lalu habis saya baca dalam waktu 5 hari. Masing-masing episode saya baca sehari karena bersifat pengulangan dan penyegaran, kecuali Supernova 4 yang harus saya baca lambat-lambat. Mengapa? Karena saya menemukan tulisan Dee yang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Saya merasa tulisan Dee di episode ke-4 ini begitu dalam. Entahlah, saya begitu terkunci di dalam kisah Zahra. Tertawa-Menangis-Menyesal jadi satu tumplek blek di pikiran saya. Setelah membacanya, saya terdiam cukup lama. Tulisannya cenderung lembut. Kalau Supernova sebelumnya begitu maskulin, buat saya, dan tak tertebak.

Supernova 4 seakan dekat dengan pemikiran-pemikiran saya tentang gentle birth, ASI, homeschool, juga tentang orang utan di Kalimantan, juga berlatar belakang biologi. Berfokus pada kehidupan fotografer (fotografi selalu menarik minat saya). Sungguh saya dibuatnya menangis tersedu-sedu. Air mata saya menganak-sungai. Deras mengalir. Saya tidak tahu apakah mungkin saya bisa menangis sehebat ini tanpa menonton "Green the Film" sebelumnya?? Yang belum nonton, ayo segera ditonton filmnya. Yang sudah nonton pasti punya sepenggal rasa bersalah, bahwa kita hanya bisa menghela nafas panjang, tak tahu harus bagaimana berperan aktif menolong orang utan itu....

Kembali ke tokoh Zahra,,, satu kalimat dari bu Inga kepada Zahra yang menghantam saya "Jangan bebani hubunganmu dan Sarah dengan hubunganmu dan ayahmu" (hal.257). Yaaaa.. saya ingin membaca Supernova: Partikel ini sekali lagi! Mungkin mulai malam ini sambil menjadi susternya Erdi yang sakit atau entah kapan sesempatnya. Dan berharap episode Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi segera lahir ke muka bumi...

Sabtu, 03 Maret 2012

Q&A Smart Parents for Healthy Children (Bab 1A)


Buku terbitan PT. Intisari Mediatama dengan tebal 582 halaman ini ditulis oleh dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed. Cukup lama saya mencarinya baik di toko online maupun offline. Pesan sani-sini tak kunjung dapat. Satu tahun lebih harus menanti dengan sabar. Per tanggal 15 Februari yang lalu akhirnya buku idaman sampai di tangan saya. Itu pun setelah ada tawaran di milis sehat untuk mengumpulkan orang agar penerbit mau mencetak kembali. Dari dua judul buku dr. Wati yang ditawarkan di milis sehat, hanya buku Q&A saja yang diterbitkan. Yaaa.. harus disyukuri lah. Lebih baik dapat satu judul buku daripada tidak sama sekali.

Biasanya saya bisa menamatkan sebuah buku dalam waktu 2-3 hari. Untuk buku Q&A sengaja saya baca lambat-lambat. Saya ingin menyerap semua ilmu yang ada di buku tersebut. Gaya bahasanya sederhana, tanya jawab antar orang tua dan diberi arahan/penjelasan panjang lebar oleh dr. Wati. Di setiap sub bab diberikan catatan penting. Tidak hanya membahas seputar penyakit langganan anak dan pengobatan yang rasional saja tetapi juga membahas tentang parenting. Gak rugi deh beli buku ini. Dijamin!

Hampir dua minggu terakhir saya hanya bisa menamatkan dua sub bab. Dan di blog ini saya ingin merangkum dari apa yang saya baca per sub bab. Mudah-mudahan bisa membantu di kala darurat. Meski bukunya sudah saya warnai di bagian-bagian penting tapi karena belum terstruktur (berupa tanya jawab), saya yakin suatu saat nanti ketika darurat jadi bingung harus membaca di bagian mana. Bab pertama mengupas tuntas seputar penyakit langganan pada anak:

1. DEMAM
  • Demam bukan penyakit, merupakan gejala yang harus dicari penyebabnya. Umumnya karena infeksi dan merupakan salah satu taktik sistem imun tubuh untuk menyerang balik penyebab infeksinya.
  • Demam = peningkatan suhu tubuh di atas 38,3 derajat celcius (DC) lebih dari 24 jam, biasanya suhu tubuh akan turun setelah 72 jam. Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh meningkatnya zat pencetus panas yang disebut pirogen akibat adanya infeksi, radang, keganasan, alergi, tumbuh gigi, dll.
  • Tingginya demam tidak berarti penyakitnya parah (gunakan termometer, jangan mengandalkan perabaan).
  • Ciri infeksi virus: panas tinggi, mendadak naiknya, dan biasanya ada pola naik turun (tidak perlu antibiotik!)
  • Salah satu resiko demam adalah dehidrasi (ciri: ubun-ubun cekung, jarang buang air kecil, kulit lambat kembali ketika dicubit). Pencegahan dehidrasi: minum cairan apapun sesering mungkin, bila ada diare beri oralit.
  • Prinsip penanganan demam:
  1. Jangan panik
  2. Amati perilaku anak
  3. Cegah dehidrasi
  4. Kompres air hangat (atau diajak berendam air hangat)
  5. Ruangan dijaga agar tidak panas (pasang kipas angin)
  6. Pakaikan baju tipis
  • Penggunaan parasetamol dalam jangka lama dan sering dapat menimbulkan kerusakan hati (liver), tujuan pemberian parasetamol untuk sedikit menurunkan suhu tubuh dan membuat nyaman (bukan menormalkan suhu tubuh).
  • Ibuprofen tidak dianjurkan untuk anak demam dengan muntah diare, juga bukan untuk anak di bawah usia 6 bulan (fungsi ginjal yang belum sempurna) dan bukan pada anak yg diduga demam berdarah (DB). Menimbulkan iritasi lambung (perdarahan) dan gangguan cerna ( sifatnya asam, mirip aspirin). Kombinasi parasetamol dan ibuprofen dapat meningkatkan resiko perdarahan saluran cerna.
  • Do not treat low grade fever (37,5-38 DC) karena virus tumbuh subur dan marak di suhu rendah.
  • Hubungi dokter bila:
  1. Bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38 DC
  2. Bayi berusia 3-6 bulan dengan suhu tubuh > 38,5 DC
  3. Bayi dan anak berusia > 6 bulan dengan suhu tubuh > 40 DC
  4. Kondisi anak memburuk: tidur terus, lemas, sulit dibangunkan (letargi)
  5. Demam selama 72 jam
  6. Susah minum, tidak mau minum, atau sudah dehidrasi
  7. Rewel/menangis terus, tidak dapat ditenangkan
  8. Kejang/kaku pada kuduk leher
  9. Sakit kepala hebat yang menetap
  10. Sesak nafas
  11. Muntah atau diare terus menerus
  • RS dan tenaga medis yang berganti membuat anak cemas, resiko tambahan berupa infeksi nosokomial (infeksi dari RS yang kumannya lebih ganas).
  • Pegangan paling kuat untuk mengetahui kegawat-daruratan adalah kondisi umum anak.
  • Pelukan, belaian, dan ketenangan dari orang tua (terutama ibu) sangat membantu anak mengatasi rasa sakitnya
  • Indikasi rawat inap pada anak:
  1. Kesadaran menurun
  2. Kejang berulang atau durasi kejang lama
  3. Dehidrasi berat
  4. Shock/renjatan
  5. Memerlukan obat intravena
  6. Saat tangis melengking, ubun-ubun besarnya menonjol disertai muntah menyemprot
  • DB disebabkan virus, ciri: trombosit turun, hematokrit naik, sangat lemas, teler berat, mual dan muntah, tidak memiliki gejala khas, demamnya manteng tinggi, tanpa batuk.
  • Dengue shock syndrome (DSS) = sindrom renjatan dengue adalah kondisi DB di mana penurunan deman disertai perburukan kondisi umum. Ciri: nadi lemah, tubuh sangat lemah, pucat, ujung tangan dan kaki dingin, bisa terjadi pembesaran perut (bukan kembung) karena ada perdarahan di dalam perut.
  • Pemeriksaan lab darah umumnya dikerjakan pada:
  1. Demam lebih dari 72 jam dan sudah terbukti bukan ISK
  2. Demam lebih dari 72 jam dengan kecurigaan db
  3. Demam dengan penurunan kesadaran
  4. Demam dengan kejang berulang
  5. Demam dengan tanda-tanda dehidrasi berat
  6. Demam dengan sesak nafas
  7. Demam dengan anemia berat (sangat pucat pada bibir, lidah, kuku, dan telapak tangan)
  8. Demam dengan perbesaran hati dan atau limpa
  9. Demam dengan tanda tanda perdarahan nyata (mimisan, gusi berdarah, bintik bintik perdarahan di bawah permukaan kulit dan memar yang luas, bab hitam, dan muntah darah)
[rangkuman lain bisa dilihat di label Buku QnA]

Rabu, 15 Februari 2012

Kesan yang Melekat

Semalam menamatkan The Walking Dead season 1. Enam episode saja. Sebenarnya bukan genre film yang akan ditonton oleh saya sang penakut. Kalau bukan karena rayuan pulau kelapa-nya suami (wajib ditemani, suami harus duduk persis di belakang saya), mungkin saya tak punya keberanian nonton mini seri ini. Menegangkan! Begitu penilaian awal saya. Tetapi setelah mengikuti dari menit ke menit, akhirnya saya tersadar bahwa mini seri ini tidak hanya berbicara mengenai daya juang dan bagaimana bertahan hidup dari serangan zombie. Tetapi lebih banyak bercerita tentang usaha masing-masing keluarga untuk tetap utuh. Lakon utama, si Rick, yang mencari anak istri. Eh si istri Rick terlibat perselingkuhan dengan sahabat suaminya *waakkkss saya mulai esmosi*. Ada pula cerita ibu yang rela dipukuli suaminya. KDRT bo' *lagi-lagi saya naik pitam*. Cerita ayah yang belum tega menghancurkan kepala istrinya yang telah berubah menjadi zombie *ikutan mewek*. Ada hubungan kakak-adik (selisih 12 tahun) yang ternyata diasuh dengan pola yang berlawanan, tergantung dengan keunikan masing-masing karakter dan kebutuhan anak. Hmmm... belum lagi nilai kesetia-kawanan yang sangat kental di sepanjang mini seri The Walking Dead ini. Masing-masing karakter sangat kuat. Zombie-nya juga gak lebay, natural sekali. Pendek kata saya puas menamatkan season 1 plus penasaran berat dengan season 2. Sebetulnya saya punya beberapa episode di season 2 (7 episode). Episode 8 baru tayang tanggal 12 kemarin. Tapi rasanya saya akan menunggu hingga lengkap 13 episode dulu deh. Lalu ditonton secara maraton he he he... Nonton yuk nonton...

Selasa, 31 Januari 2012

Kangen

Karena si bocah ganteng sudah semakin mandiri. Dalam artian bisa bermain sendiri meskipun saya harus berada dalam jangkauan matanya. Waktu menjadi berlimpah ruah. Saya banyak melakukan kegiatan ini-itu yang berbasis kesenangan pribadi. Kangen yang saya maksud di atas adalah keinginan menonton beberapa judul mini seri. Semuanya saya lewati bersama dengan suami. Andaikan bisa diputar ulang... saya ingin memiliki semua mini seri ini sebagai harta karun paling berharga. Judulnya:

1. Densha Otoko
Cerita bagaimana usaha seorang laki-laki aneh mengencani perempuan cantik bak putri raja. Laki-laki aneh ini dibantu oleh komunitas orang-orang aneh pula yang ada dalam sebuah forum online. Kayaknya mereka tidak mungkin bersatu. Perbedaannya bagai bumi dan langit. Lucu, seru, bikin lidah ingin berkomentar terus.

2. Janguru wa itsumo hare nochi Guu
Tidak ingat lagi bagaimana ceritanya. Yang jelas saya dan suami ketawa ngakak di setiap episodenya. Menjadi terapi ketawa dalam proses penyembuhan saya yang baru pulang dari RS. Aduh... saya kangen dengan bentuk-bentuk aneh setiap karakternya. Kangen dengan alur berpikir si Hare dan Guu yang sangat tidak umum. Kangen dengan ekspresi-ekspresi lebay...,, bahasa tubuh yang tidak bisa diterjemahkan (goyangan/lambaian aneh). Cocok ditonton siapa saja yang ingin tertawa sampai perut teraduk-aduk.

3. Super Rookie
Ini juga menjadi bahan dalam terapi ketawa. Kocak banget. Keberhasilan seorang laki-laki payah hanya karena faktor keberuntungan yang terus-menerus. Hal yang aneh tapi bisa saja terjadi. Hmmm... kangen melihat setiap detil keberuntungan si Kang Ho (mukanya aja enggak banget tapi bisa dapat kerja oke dan cewek cantik).




winnie-the-pooh-yesemoticons-010 (kapan bisa nontonnya??)

Senin, 30 Januari 2012

Digital Fortress

Dua tahun lebih novel Dan Brown ini saya miliki. Proses pembeliannya pun unik. Gara-gara saya sebal dengan suami. Waktu itu saya hamil tua, bisa melahirkan kapan saja. Eh suami pergi ke rumah kawan. Alasannya sih mau ngopi data. Saya pikir sejam dua jam selesai. Pergi pagi tapi sampai jam 2 siang belum juga pulang. Hmmm... makin lama makin emosi. Daripada semakin kesal gak juntrung, saya memilih pergi ke toko buku. Tidak menyangka bisa menemukan novel ini yang memang jadi buruan suami (doh walau kesal bin marah,,, dibeli juga ya tuh novel). Selain novel Dan Brown, saya juga membeli novel lain yang sekarang dilayar-lebarkan. Judulnya Surat Kecil untuk Tuhan. Lucunya, di dompet saya hanya ada selembar uang seratus ribu dan beberapa lembar ribuan untuk naik angkot. Ludes!! Pulang hanya membawa dua buah novel.

Ajaib! Suami menamatkannya dalam tempo dua hari saja. Cukup mencengangkan! Karena suami jarang sekali menamatkan sebuah novel. Katanya sih bagus. Saya coba ikut membaca beberapa puluh halaman di sela-sela waktu,,, tapi tak sanggup. Entah karena saya yang masih kesal atau karena hal lain. Beberapa hari kemudian saya melahirkan dan sibuk ini-itu... si novel Benteng Digital terbengkalai, tersusun rapi di rak buku. Akhirnya kesampaian juga membacanya akhir pekan ini. Ternyata Benteng Digital tidak sehoror bayangan saya dulu. Ringan dan sangat mudah diikuti. Selalu membuat saya penasaran. Alurnya cepat. Banyak hal tak terduga. Dan di bagian paling akhir membuat saya terhenyak.

Secara singkat, novel 566 halaman ini menceritakan beberapa puluh jam kehidupan Susan Fletcher dan David Becker yang terpisah negara. Susan Fletcher adalah kepala kriptografer di National Security Agency (NSA), sebuah lembaga US paling rahasia, yang memiliki tunangan bernama David Becker. David Becker merupakan profesor di bidang bahasa yang menguasai beberapa bahasa sekaligus. Keduanya terlibat dalam sebuah intrik berbahaya dalam tubuh NSA. David Becker harus mengejar sebuah barang berharga demi NSA di Spanyol tanpa tahu bahwa ia akan dibunuh. Sedangkan Susan Fletcher mengalami serangkaian situasi menegangkan di dalam kantor NSA. Kecerdasan Susan Fletcher dan kemampuan analisa David Becker mampu menyelamatan NSA dari para serangan hacker. Ingin tahu detil ceritanya? Baca yuk...

Sedikit ganjalan buat saya dan suami adalah kesalahan penulisan sebuah kata. Yaitu kata alogaritma (harusnya: algoritma). Kesalahan ini cukup mengganggu, rasanya ingin sekali mengubahnya. Dan bagian yang membuat saya termenung cukup lama adalah di bagian epilog. Ketika seorang ayah menerima kembali jasad anak kandung yang telah lama ditinggalkannya. Saya yakin si ayah sangat menyesal telah mengabaikan anaknya yang sangat luar biasa.

Novel Benteng Digital ditutup dengan 128-10-93-85-10-128-98-112-6-6-25-126-39-1-68-78. Ada yang tahu artinya ???