
Sudah lama saya menonton film berjudul
The Secret,
hanya saja baru kali ini saya punya waktu untuk sedikit mengulasnya. Saat
saya melihat sampulnya, sungguh saya tidak berminat. Saya tanya suami
"tentang apa sih ini?", jawaban singkat yang terdengar "supernatural".
Hmm.. saya jadi penasaran! Bayangan saya adalah seorang atau beberapa
orang tokoh yang punya kekuatan gaib. Ya semacam superman atau spiderman
atau catwoman lah...
Ternyata bayangan saya
sebelumnya itu salah total. Film ini adalah film dokumenter, kesaksian
dan pengalaman beberapa orang yang mengalami kesuksesan atau kesembuhan
dengan bekal kekuatan pikiran. Kekuatan pikiran yang disebut sebagai
Hukum Ketertarikan. Hanya dengan berbekal pemikiran positif yang sangat
kuat, kesuksesan bisa tercapai. Apa yang kita dambakan bisa terwujud.
Meskipun langkah taktis dan rencana-rencana bagaimana mewujudkan
keinginan kita itu belum kita buat dengan detil. Mumet? Ruwet?
Iya
sekali kalau mumet dan ruwet. Saya harus fokus saat menonton. Beruntung
film ini ditunjang dengan animasi yang cukup menarik. Sehingga E-boy
pun ikut menikmati setiap detik filmnya. Mungkin kalau tidak ada animasi
di sana sini, film ini akan sangat membosankan karena hanya penuh
dengan perkataan dan pernyataan. Ada dua hal yang berkesan pada diri
saya yaitu cerita tentang sembuhnya kanker payudara dan kembali
normalnya seseorang yang dinyatakan hidupnya akan bergantung pada mesin.
Setiap hari kedua orang tersebut berfikir positif bahwa bisa kembali
sehat dan normal. Yang menarik, terapi tertawa digunakan oleh wanita
yang divonis kanker payudara. Setiap hari wanita tersebut menonton film
komedi bersama suaminya. Sedangkan sisi menarik cerita berikutnya adalah
hebatnya kekuatan pikiran memerintah kerja sel-sel di dalam tubuh.
Seseorang yang hidupnya bergantung pada ventilator pada akhirnya bisa
bernafas secara mandiri dan bahkan bisa kembali berjalan. Setiap saat
dia berfikir "bernafas" dan berusaha mengembangkan paru-paru dan otot
diafragmanya. Begitu terus menerus hingga ventilatornya berhasil
dilepas. Ajaib yah?!
Di film ini diceritakan cara-cara
unik dan keajaiban-keajaiban yang terjadi dengan menggunakan kekuatan
pikiran - Hukum Ketertarikan. Kalau di pengalaman saya pribadi juga
banyak sebenarnya hal-hal ajaib yang terjadi karena kekuatan pikiran.
Mulai dari pernikahan, kelahiran anak, barang-barang yang saya
inginkan,, semuanya mulus berada dalam hidup saya. Tentu keyakinan dan
pikiran positif itu perlu dibarengi tindakan nyata, sekecil apapun usaha
yang kita lakukan. Kalau cuma berpikiran positif tanpa usaha itu
namanya ngelamun. Tahun lalu saya bisa membeli hewan kurban hanya
bermodalkan niat. Waktu itu ceritanya saya salah mengatur keuangan.
Karena sudah ada niat berkurban, maka saya tenang saja (rencananya mau
ambil uang tabungan) eh tidak disangka suami dinas luar pulau. Dan uang
sakunya itu cukup buat membeli hewan kurban.
Sebagai istri yang memutuskan untuk di rumah saja dan meninggalkan dunia
kerja,, tidak membuat saya bingung mengatur keuangan. Apalagi heboh
mencari tambahan. Ajakan untuk bergabung di bisnis MLM saya abaikan (setelah membaca yang
ini). Karena saya yakin dan percaya rezeki yang harusnya
untuk saya itu akan mengalir melalui pintu rezeki suami. Dan memang
terjadi demikian. Tapi bukan berarti saya diam saja. Sedikit bantuan
untuk meringankan pekerjaan suami harus dilakukan. Krisis keuangan demi
krisis keuangan terpecahkan dengan sendirinya. Seperti detik ini saat
saya mendengar kabar adik masuk RS, saya tidak bisa melakukan apa-apa.
Karena tidak ada alat angkut dan sedang menghadapi krisis keuangan lagi.
Kemarin nekat memasukkan kendaraan ke bengkel. Lagi-lagi saya berfikir
"ah semuanya akan baik-baik saja". Meski dengan perasaan campur aduk,
kuatir, sedih, saya tetap percaya Tuhan itu hadir di setiap segmen hidup
kita. Ujian bisa berupa apa saja. Secara mengejutkan di penghujung hari
kemarin saya disodori 3 amplop. Amplop pertama tidak bisa diapa-apakan
karena itu adalah dana penelitian yang harus dikelola dengan sangat
hati-hati. Sedang dua amplop lainnya saya buka. Sangat cukup untuk
membayar bengkel dan pajak tahun ini. Amplop tersebut adalah hasil kerja entah berapa bulan yang lalu. Alhamdulilah...
Dari pikiran saya yang "ah semuanya akan baik-baik saja" pada
akhirnya bisa menyelesaikan masalah keuangan. Saya pun mendapatkan kabar
gembira, adik sudah boleh pulang siang ini. Meski saya belum bisa
menjenguk karena kendaraan baru keluar bengkel sore ini, tapi ini adalah
kelegaan yang luar biasa. Saya tidak perlu mencari cara dan kepada siapa E-boy dititipkan saat saya ke RS (ngeri dengan si
infeksi nosokomial). Menjenguk di rumah adalah yang terbaik. Oleh karena itu
berhati-hatilah dengan pemikiran Anda karena itulah yang akan Anda dapatkan.