Minggu, 13 November 2011

Dua Tahun Usia Anakku

Waktu berlalu sangat cepat. Gak terasa sudah dua tahun aja umur si ganteng Erdi. Semua hal terbaik dari saya sudah diberikan. Lulus ASI dua tahun penuh dan MPASI rumahan. Setahun yang lalu tidak ada perayaan apa-apa, saya masih fokus dengan ASI dan MPASI. Tahun ini, perlu dirayakan! Tema yang diambil adalah luar angkasa. Undangan hanya keluarga saja. Ceria dan sakral. Acaranya, makan siang yang didahului oleh doa (yang paling penting) kemudian santai, bebas. Ngobrol-ngobrol dan ketawa. Tak ada kue tart, diganti cake box dan tumpeng mungil. Tumpengnya pun lucu, dibentuk setengah bundar, seperti alien yang akan menyerang.


Penasaran?? Tunggu cerita selanjutnya yaaaa....
*beres-beres mode on*

Sabtu, 12 November 2011

Heboh di Dapur

Siapa bilang anak laki-laki itu malas dan gak mau membantu di dapur. Itu semua kan hasil dari didikan orang tua. Contohnya nih ya.. si E-boy, anak lanang siji ini suka sekali kegiatan di dapur. Mulai dari cuci piring, potong-potong, menggoreng,, pengennya ikut aja. Yaaa agak kuatir juga kalau si mungil mulai ikut-ikutan sok gede bisa melakukan semuanya seperti orang dewasa. Dialihkan perhatian pun ndak mau. Repot kan??
Mau tau apa yang saya lakukan? Beri pujian! "Terima kasih ya sayang, Erdi hebat bantuin bunda masak dan cuci piring.... ayooo sekarang bantu bunda di depan". Ting (mengayunkan tongkat sihir) dan si E-boy berpindah tangan ke pelukan si ayah.
Bikin kue juga begitu, maunya mengaduk-aduk adonan.. Semua yang kita lakukan juga ditirunya. Gak apa-apa lah, berantakan dikit yang pasti semua happy. Daaaannn, setiap kue yang matang. Belum sempat dingin sudah habis masuk perut E-boy, hihihihi...
Olaaalaaaa....... heboh bener di dapur hari ini, seru, capek tapi suweneng...

Kamis, 10 November 2011

Banyak Maunya nih...

Lama sekali saya merencanakan membeli alat dan bahan untuk membuat wire jewelry. Berulang kali mengintip berbagai OS yang menyediakan berbagai batu, mutiara, kawat aneka warna dan aneka diameter.. Ngiler sejadi-jadinya. Gak tau kenapa kok tidak juga melakukan transaksi.

Sore tadi saya sempatkan mampir ke salah satu toko aksesoris yang ada di belakang pasar besar. Lumayan lengkap isinya tapi ampun kotornya, banyak debu! Tangan saya jadi dekil saat memilih aneka batu dan kawat yang akan saya pergunakan. Dan yang bikin saya senang adalah saya menemukan tang yang lengkap, sepaket isi 5 buah.

Pulang ke rumah dengan perasaan riang gumbira, langsung bongkar muatan... Berlatih membuat lilitan kawat (coiling). Yaaa... jadilah satu liontin sederhana dan dua pasang anting-anting (foto menyusul, gelap nih pencahayaan-nya gak oke). Di saat asyik ber-kawat ria,, saya menerima sms dari salah seorang kawan yang meminta bantuan, edit naskah untuk sebuah lomba. Saya iya-kan saja. Saya baca naskahnya, mulai saya edit.. saya berselancar di dunia maya karena ada istilah yang saya tidak tau..

Waaaoowww... teknik quilling, cakep oey.. bagus-bagus ya.. coba browsing deh. Kawan saya ini memang pengrajin! Yang saya tahu, di bidang mahar dan kain flanel. Karya-karyanya sering membuat saya terharu karena ada "soul"-nya. Dulu saya gak sadar kalau karya maharnya ini bagus (lah wong saya dah nikah ya gak terlalu "ngeh" lagi dengan yg namanya mahar toh ya). Saya beberapa kali (hanya) memesan kerajinan flanel (saja) untuk keperluan-keperluan khusus.

Dan... saya mau juga belajar teknik quilling!!! Haaaalllaaaahhh... dasar banyak maunya.. wong teknik herringbone aja belum dicoba, teknik merajut kawat masih dalam angan-angan, teknik bikin prong juga belum disentuh. Yawes jadi PR aja dulu, masih ada waktu lain kan kawan?

Rabu, 09 November 2011

Mengatur Jarak Kelahiran

Anak adalah rezeki. Kedatangannya tidak boleh ditolak namun bisa diatur jarak kelahirannya. Usaha boleh dilakukan, yang menentukan mutlak adalah Allah SWT. Ada banyak metode untuk mengatur jarak kelahiran. Selama menikah, kami memilih metode sealami mungkin. Tidak ada efek samping. Kelemahan metode alami ini adalah perlunya kedisiplinan dan pengenalan tubuh sebaik mungkin. Juga komunikasi suami istri yang cukup lancar, termasuk saling pengertian.
  1. Metode Kalender
    Prinsipnya adalah tidak melakukan hubungan suami istri pada masa subur. Masa subur berlangsung kurang lebih satu minggu. Ovulasi terjadi di puncak masa subur, umumnya di hari ke-14. Andaikan mestruasi terjadi tanggal 1 maka ovulasinya di tanggal 14. Rentang masa subur adalah 3 hari sebelum ovulasi sampai 3 hari sesudah ovulasi. Berarti masa subur adalah tanggal 11-17. Ruwet? Sekarang banyak situs yang menyediakan perhitungan kapan terjadinya ovulasi kok (salah satunya di sini atau ini). Kita tinggal memasukkan kapan tanggal pertama terjadinya menstruasi dan panjang siklus menstruasi kita (panjang siklus berkisar 28-35 hari). Lalu kita bisa baca hasilnya dan menandai di kalender yang ada di kamar (biar suami pun tahu kapan masa subur).
  2. Metode Ovulasi Biling (MOB)
    Metode MOB ini sangat bergantung pada kemampuan kita mengenali tubuh sendiri. Secara detil bisa dibaca di alamat ini. Mungkin kita agak kerepotan kalau harus mengamati banyak parameter dan dalam satu siklus menstruasi. Coba saja amati bagaimana tubuh kita setelah menghitung sesuai metode no 1. Amati pola lendir saja selama 7 hari. Berdasarkan pengalaman pribadi, lendir akan mulai muncul di awal masa subur (hari ke 11-14). Semakin lama semakin jernih dan semakin mulur. Saat Ovulasi (hari ke 14), lendir akan paling jernih dan paling mulur, bila direntangkan bisa sepanjang kurang lebih 10 cm tanpa putus. Penentuan kapan ovulasi bisa memiliki dua tujuan --> kehamilan atau malah menghindari kehamilan.
  3. Metode Menyusui Eksklusif (LAM - Lactational Amenorrhea Method)
    Dengan menyusi secara ekslusif, siklus menstruasi bisa berhenti selama beberapa bulan sehingga kehamilan pun tidak terjadi. Metode LAM memiliki beberapa syarat yang cukup ketat, di antaranya (penjelasan lengkap ada di kellymom.com dan di sini):
    • usia bayi kurang dari 6 bulan
    • siklus menstruasi belum kembali setelah masa nifas selesai
    • bayi menyusu langsung siang dan malam sesuai kebutuhan
  4. Metode Coitus Interruptus
    Dibaca di sini aja yaaa.... (malu bener nih saya)
  5. Penggunaan kondom atau femidom (kondom buat wanita) juga bisa digunakan sebagai plan B (eh termasuk metode alami bukan ya??)
Perencanaan kelahiran yang sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga akan semakin menambah kebahagiaan dan kesejahteraan lho.... Betul tidak?

Selasa, 08 November 2011

Kita Bisa!!

Menulis itu mengasyikkan!

Sejak setahun yang lalu saya sudah bosan dengan yang namanya fb. Beberapa kali akun tersebut saya non aktifkan. Apa yang terjadi? Teman-teman saya heboh menanyakan ada apa, kenapa, dan meminta untuk tetap ber-fb-an. Buat saya pribadi sih no problemo. Oke-oke saja. Itu setahun yang lalu. Lalu G+ muncul. Saya berniat pindah. Apa daya... saya menyadari kalau teman-teman saya masih banyak di fb. Ya! Sampai detik ini saya masih bertahan dengan fb demi menjaga silaturahmi dengan teman-teman.

Menulis itu mengasyikkan!

Sekali saya memulai menulis, saya tidak bisa berhenti. Tulisan hari ini mengenai E-baby membuat saya puas. Di situ saya menyertakan sebuah video. Videonya saya edit sedemikian rupa dengan menggunakan program openShot. Banyak kendala! Mulai dari bagiamana memotong video (biar gak kelihatan bugil), menyertakan label, dan menyatukan video dengan musik. Kemudian bagaimana mengekspor file (perlu memasang codec). Pelan-pelan saya kerjakan dengan hati tenang, kepala dingin, sabar. Rasanya ingin menyerah dan membangunkan suami saja!! Dan... Ternyata saya bisa!!

Menulis itu mengasyikkan!

Ya! Mulai saat ini saya akan rajin menulis di sini, tidak terlalu aktif lagi di fb. Tidak peduli apakah tulisan saya dibaca orang ataukah tidak. Sambil menunggu teman-teman lain membuat akun di G+.


Senin, 07 November 2011

Si Boneka Snoopy

Riang gumbira!

Lucu kan fotonya?
Gampang banget acara tidur siang ini. Triknya? Berikan apa yang diminta si anak.. dan jangan lupa dibuat kenyang dulu he he he... Semenjak bangun subuh tadi berarti sudah 3 mangkok nasi dan cemilan plus buah yang tak terhitung lagi.

"Bundaaa,, bobok" begitu celotehnya sesaat sebelum tertidur pulas. Oke, saya mengajaknya ke kamar tidur di loteng. "Pooh! Pooh!" E-boy meminta sambil menunjuk boneka pooh yang ada di dalam playpen. Saya ambilkan dan saya letakkan boneka besar itu di atas kasur. Dia bermain, digulat tepatnya. Kemudian berhenti, tampak berpikir dan berkata "boneka", saya jawab "boneka apa sayang?". Hening beberapa detik, lalu terdengar jawaban "boneka... snoopy..."

Saya pikir, E-boy tak mengingat apa yang saya ceritakan kemarin malam. Ternyata luar biasa ya anak kecil itu, hanya sekali saya menjelaskan tentang boneka snoopy dan dia mengingatnya hari ini meskipun agak lama juga sih proses mengingatnya.

Boneka snoopy ini ada di rumah saya karena pemberian seorang sahabat, Novi alias Ncek atau Snovy (bener gak ya nulisnya??). Saya hampir lupa di mana menyimpannya. Untunglah kondisinya masih terawat, masih bersih dan putih :D

Boneka Snoopy yang saya pikir dulu sudah sangat besar itu begitu disandingkan dengan Pooh ya ada perbedaan juga.. Sepertinya buat E-boy, boneka Snoopy menjadi favorit. Tuh tidurnya sampai pulas begitu.

Minggu, 06 November 2011

Jodoh gak Jodoh

Hidup itu kalau dirasakan terkadang lucu juga... ada kalanya kejadian-kejadian yang kita alami begitu menjengkelkan,, justru ketika rasa jengkelnya berlalu jadi tersenyum sendiri bahkan tertawa terkekek-kekek!

Seperti kejadian kemarin pagi, bukan berarti yang akan saya ceritakan adalah sesuatu yang menjengkelkan loh ya.. Seperti biasa, sebelum pergi selalu membuat daftar hal yang harus dilakukan. Tujuan pertama adalah ke sebuah minimarket di pasar Lawang untuk membeli sesuatu yang bisa diubah menjadi alat pembuat "uwer-uwer" (halah bahasanya,,, intinya sih saya sedang berminat dengan wire jewelry) dan karet pengganti si eye curler. Yah.. yang namanya Jodoh gak Jodoh toh ya,,, wes pokoke sing digoleki mesti ra ono. Dongkol? ya Pasti-lah... Sudah berkeliling ke seantero ruangan yang panas, berasap rokok, rame dusel-duselan [lah kok malah ngomel?!]

Singkat cerita sesaat akan keluar lah kok suami menunjuk sebuah boneka pooh guede. Diukur dengan tinggi E-boy saat berdiri,, yap,, oke,, boneka pooh yang dicari kira-kira segini. Bawa ke kasir, bayar, angkut ke jeep dan mari melanjutkan ke tujuan berikutnya, kebun teh! Apapun ya kalau sudah saatnya jodoh pasti ketemu juga. Sudah sejak lama (hampir 4 tahun) mencari boneka pooh super jumbo eh ketemunya malah saat saya sedang mencari hal lain dan paaaas banget buat kado saya yg sudah bersusah payah berjuang memberi ASI selama 2 tahun belakangan ini.

penampakan saya dan si pooh, foto gak bagus, silau terkena cahaya

Di kebun teh walau matahari bersinar terik tapi anginnya kenceng juga, untung bawa jaket! E-boy sok gede, kontur tanah yang naik turun tak membuatnya ragu berpetualang sendiri... yeaah bangga dengan si anak lanang ini!! Be strong Son.

sedikit dari banyak kegiatan di kebun teh

Belum puas di kebun teh, lah kok E-boy minta makan nasi.. Dan karena terburu-buru di pagi hari jadinya lupa deh tuh bekalnya di rumah (dasar pikun!!),, padahal tadinya saya berniat menggantikan bekal yang tertinggal dengan roti, apa daya sudah nyemego sih anaknya... Oke lah pulang dulu.. Sampai di rumah, pooh diturunkan, dibongkar plastik pembungkusnya dan terjadilah proses rebutan ibu dan anak he he he.. #nyengir lebar#

jodoh dengan pooh super jumbo

Terima kasih buat bojo yang sudah berbaik hati membelikan boneka super jumbo ini. Jempol 8 deh (minjem jempolnya E-boy juga) buat kejeliannya menemukan boneka yang harusnya terlihat oleh mata sakti saya.