Sebaiknya tas dibagi menjadi dua, satu tas berisi kebutuhan bayi dan satu tas lagi berisi kebutuhan kita.
KEBUTUHAN BAYI:
1. Popok/Pospok newborn
2. Gurita (lebih baik yang ada velcro-nya)
3. Baju lengan pendek+celana pendek
4. Baju lengan panjang+celana panjang
5. Topi, sarung tangan, kaos kaki
6. Selimut traveling
7. Handuk dan Waslap
8. Perlengkapan mandi ---------> sabun, shampoo, minyak telon, bedak bayi (sebaiknya yang padat)
KEBUTUHAN IBU:
1. Pembalut wanita
2. Jarit/sewek
3. Gurita ibu/stagen
4. Daster/kemeja dengan kancing depan (agar mudah menyusui)
5. Pakaian dalam -------> pilih bra menyusui yg nyaman, syukur2 ada penyangganya
6. Handuk, sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi
7. Bedak, sisir (kosmetik, biar PD kl banyak yg njenguk)
OPTIONAL:
1. Bantal menyusui
2. MP3 player
3. Buku/novel/komik
4. Laptop berserta mobile modem
NB: untuk kebutuhan bayi tergantung RS tempat melahirkan, ada beberapa RS yang sudah menyediakan baju bayi. Sebaiknya sih kita bawa semua kebutuhan yang diperlukan (kira2 untuk 3 hari) daripada sampai RS kebingungan kurang ini-itu
Sabtu, 31 Juli 2010
Senin, 20 April 2009
Kampung makin menyebalkan
Diposting di blog FS tanggal 19 Oktober 2008
Akhir2 ini kondisi kampung makin ricuh. Kalau beberapa waktu yang lalu dibuat kesal karena lagu dangdut yang sangat berisik, bisa dikatakan 1000 desibel beserta ketawa jegagakan dari ibu sebelah rumah saat pagi dan sore hari. Sekarang ini lagu dangdut sudah hilang karena suamiku sempat menegur yang nyetel lagu itu. Kenyamanan akibat hilangnya lagu dangdut tak berlangsung lama karena ketawa jegagakan masih terus ada. Bahkan semakin lama dosisnya semakin meningkat. Dua hari terakhir ketawa jegagakan masih terdengar walaupun jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Suara jegagakan ini diiringi dengan suara berisik anak2 kampung. Entah yang nangis karena terjatuh karena berlarian atau teriak2 bermain. Ya ampyun! Sudah larut malam (bagi anak2 kecil yang balita) tapi ortunya malah asyik ngerumpi, tertawa tiada jelas ujung pangkalnya. Padahal lokasi nggosipnya ada di ujung kampung (berjarak 3 atau 4 rumah dari rumahku) tapi yang namanya suara ketawa orang2 itu sangat berisik di telinga ini. Yah..... mau gimana lagi. Hanya bisa bertahan satu atau dua tahun lagi untuk bisa pindah dari tempat ini........
Akhir2 ini kondisi kampung makin ricuh. Kalau beberapa waktu yang lalu dibuat kesal karena lagu dangdut yang sangat berisik, bisa dikatakan 1000 desibel beserta ketawa jegagakan dari ibu sebelah rumah saat pagi dan sore hari. Sekarang ini lagu dangdut sudah hilang karena suamiku sempat menegur yang nyetel lagu itu. Kenyamanan akibat hilangnya lagu dangdut tak berlangsung lama karena ketawa jegagakan masih terus ada. Bahkan semakin lama dosisnya semakin meningkat. Dua hari terakhir ketawa jegagakan masih terdengar walaupun jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Suara jegagakan ini diiringi dengan suara berisik anak2 kampung. Entah yang nangis karena terjatuh karena berlarian atau teriak2 bermain. Ya ampyun! Sudah larut malam (bagi anak2 kecil yang balita) tapi ortunya malah asyik ngerumpi, tertawa tiada jelas ujung pangkalnya. Padahal lokasi nggosipnya ada di ujung kampung (berjarak 3 atau 4 rumah dari rumahku) tapi yang namanya suara ketawa orang2 itu sangat berisik di telinga ini. Yah..... mau gimana lagi. Hanya bisa bertahan satu atau dua tahun lagi untuk bisa pindah dari tempat ini........
Menjelang Lebaran
Diposting di blog FS tanggal 22 September 2008
Akhirnya kembali sehat setelah terkena diare yang lumayan akut, karenanya puasa di bulan ramadhan ini menjadi bolong dua hari. Badan lemas, mual, dan hanya bisa rebahan di kasur. Perut mules sih. Setelah minum diapet, oralit, pharolit dan menunggu waktu 2 hari hihihihihi sudah bisa cengengesan lagi. Gitu ya mulai makan lombok lagi. Sampai-sampai suami melotot pun tidak digubris. Wah lebaran tinggal beberapa hari lagi. Semoga bolongnya tidak bertambah banyak, mengingat belum datang bulan nih. Alamat nih yang namanya sholat Id bakal terlewat. sejak jaman kuliah rasa-rasanya sulit banget bisa sholat Id, maklum selalu berhalangan. Lebaran tahun ini adalah lebaran pertama dengan suami. Praktis menghabiskan hari pertama lebaran dengan keluarga besar suami yang ada di Surabaya mungkin baru keesokan harinya akan berkunjung ke keluarga saya yang di sekitar Malang. Fiuhhhhh sepertinya akan sangat capek tapi excited banget!
Akhirnya kembali sehat setelah terkena diare yang lumayan akut, karenanya puasa di bulan ramadhan ini menjadi bolong dua hari. Badan lemas, mual, dan hanya bisa rebahan di kasur. Perut mules sih. Setelah minum diapet, oralit, pharolit dan menunggu waktu 2 hari hihihihihi sudah bisa cengengesan lagi. Gitu ya mulai makan lombok lagi. Sampai-sampai suami melotot pun tidak digubris. Wah lebaran tinggal beberapa hari lagi. Semoga bolongnya tidak bertambah banyak, mengingat belum datang bulan nih. Alamat nih yang namanya sholat Id bakal terlewat. sejak jaman kuliah rasa-rasanya sulit banget bisa sholat Id, maklum selalu berhalangan. Lebaran tahun ini adalah lebaran pertama dengan suami. Praktis menghabiskan hari pertama lebaran dengan keluarga besar suami yang ada di Surabaya mungkin baru keesokan harinya akan berkunjung ke keluarga saya yang di sekitar Malang. Fiuhhhhh sepertinya akan sangat capek tapi excited banget!
Posting terakhir 14 Oktober 2008
Hah???? Ternyata daku tak rajin menulis, di samping internetnya yang memang tak bisa diandalkan ;)
Ataukah perlu memigrasikan tulisan yg di blog FS yah?
Ataukah perlu memigrasikan tulisan yg di blog FS yah?
Rabu, 15 Oktober 2008
Bangsa yang berjiwa kerdil
Ini pengalaman beberapa hari yang lalu, di pagi hari, kira-kira jam 9 pagi.
Setelah beraktivitas membersihkan rumah dan masak, biasanya duduk2 santai di sofa ruang tamu bersama suami. Waktu itu lagi seru mendengarkan musik klasik, ketika menoleh ke depan rumah (posisi duduk membelakangi jendela kaca), di teras depan rumah yang notabene rumahnya saudara, ada simbah lanang pake sarung berpeci sedang asyik menghitung uang. "Wah ini pasti pengemis" kataku dalam hati. Tapi karena lagi asyik ngobrol ma suami akhirnya sesosok mbah lanang itu hanya sesekali kulirik saja, mencoba melihat apa yang sedang dilakukannya. Beberapa menit kemudian aku menuju ruang makan, minum dan kemudian kembali ke ruang tamu. Tiba2 "deg!!!!!!!" jantungku seolah berhenti berdetak saat melihat keluar rumah melalui jendela kaca. Di sana.................. sudah ada simbah lanang yang menengadahkan tangan kanannya, bermuka carut marut penuh kengerian. Aku langsung jatuh terduduk di sofa. "Onok opo?" tanya suami kepadaku. Karena aku tak menjawab dan hanya memandang keluar dengan wajah yang cukup shock sambil terduduk...... suami pun menoleh ke belakang. Wajah suamiku pun cukup kaget. Lalu kesadaran merayapiku dan aku menuju ke kamar diikuti suami.... Sungguh jantung ini sangat sakit, berusaha mencari uang receh untuk diberikan ke pengemis itu. Akhirnya kutemukan Rp. 300, dan suami lah yang memberikan pada pengemis aneh itu. Kata suami sih tangan kirinya memgang rokok. Owalah betapa kerdilnya jiwa bangsa kita. Uang hasil ngemis kok dibuat beli rokok. Aku jadi teringat dulu ketika masih kuliah ada laki2 usia paruh baya, rambutnya gondrong. Tiap hari kerjanya menadahkan tangan kepada mahasiswa-mahasiswi meminta recehan. Usut punya usut ternyata laki2 paruh baya itu sering nongkrong di tempat PS, jadi hasil ngemisnya dibuat untuk main PS. Melas ya???? Bangsa yang malas, pantas saja negara kita jadi seperti ini.
Setelah beraktivitas membersihkan rumah dan masak, biasanya duduk2 santai di sofa ruang tamu bersama suami. Waktu itu lagi seru mendengarkan musik klasik, ketika menoleh ke depan rumah (posisi duduk membelakangi jendela kaca), di teras depan rumah yang notabene rumahnya saudara, ada simbah lanang pake sarung berpeci sedang asyik menghitung uang. "Wah ini pasti pengemis" kataku dalam hati. Tapi karena lagi asyik ngobrol ma suami akhirnya sesosok mbah lanang itu hanya sesekali kulirik saja, mencoba melihat apa yang sedang dilakukannya. Beberapa menit kemudian aku menuju ruang makan, minum dan kemudian kembali ke ruang tamu. Tiba2 "deg!!!!!!!" jantungku seolah berhenti berdetak saat melihat keluar rumah melalui jendela kaca. Di sana.................. sudah ada simbah lanang yang menengadahkan tangan kanannya, bermuka carut marut penuh kengerian. Aku langsung jatuh terduduk di sofa. "Onok opo?" tanya suami kepadaku. Karena aku tak menjawab dan hanya memandang keluar dengan wajah yang cukup shock sambil terduduk...... suami pun menoleh ke belakang. Wajah suamiku pun cukup kaget. Lalu kesadaran merayapiku dan aku menuju ke kamar diikuti suami.... Sungguh jantung ini sangat sakit, berusaha mencari uang receh untuk diberikan ke pengemis itu. Akhirnya kutemukan Rp. 300, dan suami lah yang memberikan pada pengemis aneh itu. Kata suami sih tangan kirinya memgang rokok. Owalah betapa kerdilnya jiwa bangsa kita. Uang hasil ngemis kok dibuat beli rokok. Aku jadi teringat dulu ketika masih kuliah ada laki2 usia paruh baya, rambutnya gondrong. Tiap hari kerjanya menadahkan tangan kepada mahasiswa-mahasiswi meminta recehan. Usut punya usut ternyata laki2 paruh baya itu sering nongkrong di tempat PS, jadi hasil ngemisnya dibuat untuk main PS. Melas ya???? Bangsa yang malas, pantas saja negara kita jadi seperti ini.
Sabtu, 24 Mei 2008
Edan! Kucing Edan
Hari-hari belakangan disibukkan dengan ketiga kucing kami. Sungguh memusingkan! Si Cemot dalam kondisi birahi ekstrim, mengeong-ngeong penuh keributan dengan suara kucing garongnya, berguling-guling. Istilahnya banting harga deh di depan Dodo (nama panggilan untuk Cuzdo). Nah si Dodo malah ogah, tiap kali lihat Cemot eh... ngacir duluan. Mungkin Dodo sudah sakit hati karena Cemot sudah berlaku judes pada hari-hari kedatangannya. Tapi sebenarnya Dodo itu juga dalam kondisi birahi, kalau bokongnya dielus-elus hehehehe pasti bokongnya Dodo diangkat setinggi-tingginya. Hihihihihi.........
Nah yang bikin bete tuh si Masako kan sudah diungsikan ke loteng, 3 hari terakhir sih. Masako kerjaan nangiiiiiiiiiiiis terus karena dipisahkan dari individu yang lainnya. Tiap kali Masako ngeong-ngeong nangis, si Dodo juga mengeong-ngeong birahi menimpali Masako (Dodo sudah cinta mati dengan Masako), trus si Cemot mengeong-ngeong gak kalah hebatnya untuk menggoda Dodo. Waduh!!! Kalau sudah seperti ini siap-siap tutup kuping dah, kalu enggak pasti bakalan pening mendengarkan semuanya......
Nah yang bikin bete tuh si Masako kan sudah diungsikan ke loteng, 3 hari terakhir sih. Masako kerjaan nangiiiiiiiiiiiis terus karena dipisahkan dari individu yang lainnya. Tiap kali Masako ngeong-ngeong nangis, si Dodo juga mengeong-ngeong birahi menimpali Masako (Dodo sudah cinta mati dengan Masako), trus si Cemot mengeong-ngeong gak kalah hebatnya untuk menggoda Dodo. Waduh!!! Kalau sudah seperti ini siap-siap tutup kuping dah, kalu enggak pasti bakalan pening mendengarkan semuanya......
Kamis, 15 Mei 2008
Kucing Agresif
Cerita bermula dari kedatangan Masako di rumah mungil kami. Kucing betina kecil berumur 3 bulan. Hari pertama kedatangannya sudah membuat Cuzdo (kucing jantan persia berumur 2 tahun) kami lari ketakutan. Ternyata karakter Masako ini sangat agresif, untungnya dia masih bayi jadi kami bisa langsung mendidiknya agar menjadi kucing rumahan yg patuh. Seminggu kemudian ketika Masako dan Cuzdo sudah saling mengenal.............. terjadilah kejadian yg cukup mengagetkan, Cuzdo hampir meperkosanya. Maklum Dodo, begitulah kami memanggil Cuzdo, sudah waktunya kawin. Puyeng dah kalo begini. Akhirnya Cemot didatangkan. Wah emboknya Masako ini jauh lebih agresif, jauh lebih judes, dan jauh lebih gak bisa diatur. Yang bikin ngeri itu... adalah kuku Cemot yg begitu tajam. Hari pertama mungkin aku belum berani menyentuh Cemot, bukan berarti aku penakut tapi aku hanya memberi kesempatan Cemot untuk beristirahat setelah perjalanan yg cukup jauh, selain itu juga untuk memberinya waktu untuk beradaptasi. Hari ini (hari kedua), aku memotong kuku-kukunya yg bagaikan cakar singa itu. Yah lumayan sulit untuk kucing betina......... Aku mendapat hadiah berupa 5 cakaran indah di paha kiriku. Untungnya Cemot mencakar dengan kuku kaki belakang yg memang tak begitu tajam. Kaki depannya sekarang sudah terpotong rapi! Tapi tetap saja yang namanya kucing agresif ya... susah... Kasihan Dodo... sekarang mungkin agak stres karena adanya Cemot. Karakter Cemot ini sebetulnya sudah tak aku suka. Bila dalam waktu seminggu Dodo tetap tak bisa kawin dengan Cemot maka Cemot akan kupulangkan daripada Cemot menularkan keagresifannya pada Masako dan membuat Dodo semakin stres. Untuk sekedar mengatur Cemot, setiap Cemot nakal, setiap dia akan menyerang Dodo dan Masako maka Cemot akan kusemprot dengan air atau kupukul kepalanya. Repot juga mendidik Cemot, ini juga karena di keluarga aslinya Cemot tak mendapatkan pendidikan yg selayaknya. Pembentukan karakter kucing itu sangat perlu! Karena dia adalah bagian dari keluarga kita ketika kita sudah memutuskan untuk mengadopsinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
