Rabu, 26 Februari 2014

Kencing Darah pada Kucing

mereka rukun di pagi yang ribet
Dodo (9y), Erdi (4y), Ecio (5m)
Pengalaman merawat kucing yang sakit hingga sembuh bisa dikatakan modal dasar merawat anak sakit. Kucing-kucing sudah hadir dalam kehidupan saya jauh sebelum menikah. Pun ketika menikah, si Dodo menjadi pusat perhatian dan kasih sayang. Dua tahun menjadi satu-satunya kesayangan tidak lantas menjadikan Dodo dalam kondisi prima.

Dodo mengalami masalah di saluran kencing-nya setelah pemberian sebuah merk vitamin. Kebodohan jaman dulu. Percaya begitu saja pada salah seorang penjual di pasar burung. Waktu itu saya membeli eceran sehingga tidak bisa membaca informasi pada kemasan. Memang rambut-rambut Dodo terlihat bagus, tebal dan panjang.

Vi-sorbits. Begitu merk vitamin yang diberikan kepada Dodo. Ternyata itu adalah vitamin untuk anjing. Apa yang terjadi setelah mengonsumsi agak lama? Dodo mengalami kesulitan kencing. Terbentuk kristal-kristal kaasium di saluran kencingnya. Selama beberapa hari baki toilet dalam kondisi kering. Saya mulai curiga. Tetapi tidak tahu harus mencari informasi kepada siapa.

Hingga akhirnya mulai terlihat semburat merah di baki toilet Dodo. Saya dan suami waktu itu masih awam. Tidak ada bayangan apa masalah dan nama penyakitnya. Beberapa hari kemudian Dodo menunjukkan gelagat aneh. Dodo mulai nakal. Kencing sembarangan, tidak lagi di baki toilet. Setiap mau kencing selalu menggaruk-garuk lantai. Terlihat bingung dan sedikit panik.

Nyatanya warna merah di antara urine Dodo semakin sempurna. Buru-buru kami membawanya ke dokter hewan langganan. Omelan dahsyat kami dapatkan,, bahwa kita tidak boleh percaya begitu saja kepada yang bukan ahlinya. Omelan dahsyat tersebut membuat kuping panas. Terjadi dari kedatangan, pemeriksaan, hingga saat dokter menuliskan resep.

Untungnya kondisi Dodo tidak parah. Benjolan yang teraba di perut dekat alat kelamin tidak terlalu besar sehingga belum perlu dikateter. Batu ginjal yang menyebabkan kencing darah sering dialami oleh kucing jantan dan jarang dialami oleh kucing betina. Untuk menghidari batu ginjal adalah dengan memberikan pakan yang tepat dan juga menjaga volume minum. Karena belum fatal dan cepat terdeteksi maka pengobatan Dodo tidak membutuhkan waktu lama. Vi-sorbits jelas harus dihentikan.

Pencegahan berulangnya kencing darah dilakukan dengan cara mencampur atau mengganti merk pakan. Saran dari dokter hewan setelah memeriksa Dodo selain menghentikan vi-sorbits adalah mencampur pakan dengan Royal Canin Neutered Young Male (RC). Seketika itu kami membeli RC. Mulanya mencampur 1:1. Tidak ada yang instan, tidak langsung sembuh. Dodo masih kesulitan kencing. Tetapi konsumsi minumnya bertambah.

Sedikit-sedikit minum. Sekali minum bisa bermenit-menit. Perlahan-lahan kencing Dodo mulai lancar. Harga RC cukup menguras kantong. Karenanya kami menghentikan pembelian RC ketika Dodo sudah sehat. Tidak ada darah dalam urine. Ternyata kencing darah Dodo kembali kambuh. Apa yang kami hadapi ketika kembali memeriksakan Dodo ke dokter hewan?

Omelan maha dahsyat! Pakai ancaman pula. Dokter hewan tidak mau lagi merawat Dodo (mengkateter) kalau sampai kambuh untuk ketiga kalinya. Menurut pengalaman dokter hewan kami, kucing yang sudah dikateter akan sulit sembuh. Kematian sudah jelas di depan mata. Hanya masalah waktu saja. Air mata menitik. Gundaaaaaah gulana....

Semenjak itu, pembelian RC tetap dilakukan meski menguras kantong. Secara bertahap perbandingan pakan dan RC diubah. Yang awalnya 1:1 diubah menjadi 1:2, 1:3 dst. Setelah kondisi Dodo stabil dan sehat betul, pakan hanya dicampur dengan 20 butir RC. Semakin lama jumlah RC diturunkan menjadi 5 butir saja. Sampai akhirnya Dodo terbiasa minum dalam jumlah banyak.

Karena minum yang banyak itulah (hampir 6 tahun berselang) kencing darahnya Dodo belum kambuh lagi. Jangan sampai terulang lagi lah ya... Pasti sedih sekali rasanya. Sekarang usia Dodo hampir 9 tahun. Dulu ia lahir dengan ukuran tak lebih besar dari telapak tangan saya. Kalau dikonversi ke usia manusia (hitung di sini), kira-kira usia Dodo 53 tahun loh. Cukup tua kan?! Geraknya tak selincah dulu. Tulangnya semakin rapuh tetapi masih suka main bola...

Yang menarik adalah cara Dodo meminta air minum. Kami yang sedang sibuk dengan bayi baru tentu tidak terlalu memperhatikan Dodo, sering terlambat memberi makan dan lupa mengisi wadah air minum. Dodo sadar diri, ketika air minumnya habis, ia selalu memukul-mukul mangkuknya. Menimbulkan suara yang sangat berisik. Terkadang juga mendorong mangkuknya sampai ke pinggir pintu pembatas. Ketika saya datang, matanya membulat penuh sambil berbunyi "meeeoooowwww"...

Teruslah bersama kami Dodo sayang...
Jadilah bagian dalam tumbuh kembang Erdi dan Ecio...

Rabu, 12 Februari 2014

The Lego Movie: Pesan Moral

Kali pertama kami menyempatkan diri menonton bioskop setelah bertahun-tahun absen adalah menikmati Comic 8. Agak egois sih karena memaksa E-boy dan E-baby ikut serta. Plus mengajak neneknya anak-anak supaya ada yang mengajak anak-anak keluar saat mereka rewel. Comic 8 ini film buat remaja. Cukup bagus (juga lucu) bila disandingkan dengan film-film dalam negri lainnya.

Saat membeli tiket, kami melihat poster The Lego Movie dengan tulisan coming soon. E-boy tampak berbinar-binar ingin menonton film tersebut. Suami sudah pesimis aja. Katanya itu hanya iklan dan belum tentu diputar. Duuh... Akhirnya saya buat status di fb. Eh teman saya yang bekerja di bioskop segera memberi komen. Menginformasikan kalau film ini sudah diputar di Mandala.

asyik makan popcorn sebelum film diputar

lampu di gedung bioskop sudah dimatikan, AC sangat dingin

Segera saja saya membuat jadwal. Dalam satu hari, beberapa tujuan terlaksana dan kali ini tidak mengajak neneknya anak-anak. Kok ya kebetulan kami memang harus ke Malang Plaza untuk servis hp suami yang tidak bisa di-charge (gara-gara E-boy main bad piggies tanpa henti). Kembali ke The Lego Movie, menit-menit pertama merupakan kesulitan buat saya untuk mengikuti jalan ceritanya. Sssst saya sertakan juga hasil rancang lego-nya E-boy yaa...

A. tong sampah (dua buah), B. tembak (dua buah), C. skating park, D. jendela kaca, E. area nahkoda, F. atap anti bocor

Begitu monoton dan "kanak-kanak" sekali. Namun, seiring berjalannya film, fokus saya terkunci. E-boy suka sekali. Tampak serius menikmati jalan ceritanya. Kelemahan saya ini adalah tidak bisa melihat detil film. Visual maupun audio. Jadi kalau E-boy bilang "bunda, pesawatnya bagus"... atau suami "ngerti gak istilah yang dipake buat nyebut pantat di film tadi?". Saya hanya bisa bengong...

Terlepas dari ke-bengong-an saya menonton The Lego Movie. Beberapa pesan moral yang saya tangkap adalah:
  1. Pujilah anak,, katakan bahwa anak kita itu spesial.. agar ia tumbuh menjadi anak yang penuh rasa percaya diri
  2. Bermain bersama anak itu merupakan masa-masa keemasan yang tidak dapat tergantikan
  3. Hargai anak untuk setiap usaha yang dilakukannya
  4. Hasil kreativitas anak yang tampak sepele dan tidak logis itu sebenarnya luar biasa
  5. Mengikuti aturan/perintah/petunjuk itu bagus tetapi jauh lebih bagus bila seseorang punya spontanitas dan kreativitas dalam membuat keputusan
Sepertinya itu dulu sih yang terlintas sesaat setelah film tamat. Ada yang mau menambahkan? Untuk film dengan rating 8,6 (sumber di sini), saya masih ingin menonton lagi... Agar pertanyaan atau penyataan di atas (yang membuat saya bengong dan tampak oon) bisa saya respon dengan semestinya.. Sampai sekarang pun kesan positif film tersebut masih melekat di E-boy... Beberapa hari ini selalu saja E-boy berseru "bunda, film legonya bagus yaaa....".

Jumat, 07 Februari 2014

07022014: Welcome Home Jeep

Tahun ke-7 bersama suami dirayakan dengan kembalinya Jeep bersama kami. Hampir 16 bulan Jeep tak di rumah. Selama kurun waktu itu pula kami merasakan betapa repot dan nikmatnya tanpa kendaraan. Betapa suka duka menggunakan kendaraan umum hampir menjadi makanan sehari-hari. Ribetnya meminjam kendaraan membuat kesabaran menjadi naik level. Sebenarnya niat awal hanya memperbaiki si Jeep, tetapi dengan bergulirnya waktu, si Jeep dimodifikasi, dibangun ulang, dan akhirnya di-custom sesuai diri saya... Nanti lah ya akan saya tuliskan secara terpisah bagaimana proses rebuilding Jeep yang memakan waktu dan biaya yang tak sedikit.

tampilan Jeep bersama kami yang masih mesra

Kalau ingat jaman dulu itu serasa bagaimana gitu yaaa..... Masa pendekatan yang tak terlalu lama. Banyak pertengkaran untuk bisa menyatukan visi dan misi. Tentunya pertengkaran demi pertengkaran itu ada dalam institusi yang disebut pernikahan. Lucu sekali jaman itu. Jaman di mana perceraian kadang muncul di jidat. Sekarang sih sudah ada dua jagoan yang lucu. Yang kehadiran ayah bunda bersifat mutlak. Apapun masalah yang hadir, semoga kami tetap utuh. Jeep-nya pun tetap utuh. Gak diprotoli lagi menjadi kepingan-kepingan terkecil lah yaa.....

deuh suami tersayang... mesra dikit lah dengan istrinya yang cantik mulus ini

Tampilan Jeep yang sekarang lebih lucu... Warna gelap dan terang dipadukan. Yang membuat saya amat nyaman adalah: bebas pakai high heels *senyum puas*. Dulu jangan harap bisa pakai sepatu berhak runcing dah,,, pasti banyak tersangkutnya saat akan masuk ke dalam Jeep. Mau tau best part-nya? Yang membuat si Jeep itu "gue banget" (dan saya yakin gak bakal ada yang ngembarin di seluruh alam jagad raya).. Diintip yuuuuukkkk di foto berikut ini:

the best part: kepala pooh 3D

Sementara sudah cukup puas dan lega ketika si Jeep pulang, bisa dipakai ke sana ke sini mengurusi banyak hal. Meski masih banyak kekurangan dan belum sempurna betul sebagai kendaraan pengangkut anak-anak. Tetapi pelan-pelan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesibukan kami yang makin menjadi-jadi. Selamat berakhir pekan dan semoga rakyat Indonesia (di mana pun berada) diberi kekuatan, ketabahan dalam melewati berbagai bencana yang susul menyusul.

Kamis, 06 Februari 2014

Q&A Smart Parents for Healthy Children (Bab 1D)

Hari-hari belakangan sangat sibuk. Wira-wiri ke sana ke mari. Pekerjaan rumah pun tak ada habis-habisnya. Satu dibereskan, satu berantakan. Begitu terus seperti lingkaran gak ada ujung pangkalnya. Dan satu kebiasaan yang kembali muncul: minum kopi! Padahal saya ini tidak kuat minum kopi. Tanpa sadar hari ini menghabiskan dua cangkir kopi. Betul sih pekerjaan saya hari ini beres. Tapi apa yang terjadi? Saya tak bisa tidur. Bahasa kerennya sih kancilen... Sudah dipakai edit foto, berburu bento buat acara Ecio, bongkar-bongkar blog jaman dulu dan tetap belum ada rasa mengantuk... Baiklah mari melanjutkan merangkum buku satu ini... Mulai yaak...


4. DIARE
  • Diare dan muntah bukan penyakit melainkan gejala. Oleh karena itu hal pertama yang perlu dilakukan adalah memikirkan penyebabnya.
  • Diare dan muntah merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari mikroorganisme, racun, dan benda asing.
  • Diare muntah pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan akan sembuh sendiri. 
  • Definisi diare itu BAB lebih dari enam kali per hari, cair, dan dalam jumlah banyak.
  • Prinsip utama penanganan diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Kebanyakan diare pada bayi karena infeksi virus misalnya rotavirus atau adenovirus. Tidak ada obatnya selain ASI dan oralit untuk mencegah dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Bila diare disertai darah, periksakan tinja, singkirkan kemungkinan amuba.
  • Anak yang sedang alergi terhadap protein susu sapi umumnya juga alergi terhadap protein kacang kedelai. Susu kedelai hanya untuk anak dengan kelainan bawaan lahir di mana tubuhnya tidak bisa mengolah laktosa (gula susu) karena kekurangan enzim laktase.
  • Diare pada bayi umumnya sembuh sendiri, umumnya disebabkan infeksi virus. Tidak perlu antibiotik (kecuali bila tinjanya ada darah). 
  • Jangan beri obat antidiare dan antimuntah. Diare dan muntah adalah mekanisme tubuh untuk membuang kuman, virus, dan racun yang masuk ke usus kita. Penggunaan adsorben seperti attapulgit, kaolin, dan pektat hanya mengubah tampilan feses, tidak menghentikan proses diare, jadi bisa menyamarkan gejala dehidrasi.
  • Berdasarkan lamanya gejala berlangsung, diare dibedakan menjadi:
  1. diare akut: bila berlangsung kurang dari dua minggu
  2. diare kronik: bila berlangsung lebih dari dua minggu
  • Secara garis besar, penyebab diare akut dibagi dua, yaitu infeksi dan bukan infeksi. Diare yang termasuk infeksi umumnya disebabkan oleh virus, dan ada pula yang penyebabnya bakteri, parasit, dan jamur. Diare bukan infeksi dapat disebabkan oleh malabsorpsi, dan alergi makanan, bahkan oleh obat (misalnya antibiotik). Namun umumnya diare akut pada anak disebabkan oleh virus. Apapun penyebabnya, umumnya tidak butuh obat kecuali oralit. Efek samping antibiotik yang tersering adalah diare. Makin sering anak mengonsumsi antibiotik, makin lama/sering anak diare.
  • Diare disertai lendir dan darah disebut disentri. Penyebabnya bisa amuba (parasit) atau bakteri. Disentri akibat amuba diterapi dengan metronidazol, tidak perlu antibiotik lain. Disentri akibat bakteri, diberi antibiotik yang sesuai kuman penyebabnya.
  • Cairan elektrolit tidak bisa menggantikan makanan, hanya menggantikan cairan dan elektrolit yang keluar melalui diare-mutah. Oleh karena itu, upayakan makanan tetap masuk meski hanya sedikit. Pada 24 jam pertama, boleh hanya minum cairan elektrolit, namun setelah 24 jam mulai berikan makanan (porsi kecil) sehingga terpenuhi kebutuhan nutrisi untuk perbaikan usus.
  • Diare memerlukan penanganan serius apabila disertai gejala berikut:
  1. dehidrasi berat
  2. anak sama seklai menolak minum atau muntah-muntah hebat
  3. diare disertai darah pada feses
  4. penurunan kesadaran
  5. kejang
  6. demam tinggi (hiperpireksia, suhu di atas 40,5 DC)
  7. muntah-muntah berwarna hijau
  8. perdarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya
  9. nafas cepat dan dangkal
  10. diare berlangsung lebih dari dua minggu
  • Tanda-tanda dehidrasi: 
  1. Dehidrasi Ringan: (a) mata kering dan menangis tanpa air mata atau hanya sedikit air matanya (b) mulut dan bibir lebih kering (c) buang air kecil sedikit lebih jarang/popok basah tidak sesering biasanya
  2. Dehidrasi Sedang-Berat: (a) mata cekung (b) lemas (c) sangat kehausan (d) semakin jarang buang air kecil atau ganti popok/popok jarang basah (e) kulit kering
  3. Dehidrasi Berat: (a) pada bayi di bawah usia 6 bulan, ubun-ubun terlihat cekung (b) tidak mau minum (c) tidak buang air kecil lebih dari 8 jam (d) ketika kulit “dicubit” dengan dua jari, kulit sulit balik ke bentuk asal (e) sangat lemas atau kesadarannya menurun
  • Prinsip penanganan diare adalah: 
  1. atasi kekurangan cairan, dengan memberikan cairan sebanyak mungkin setiap kali anak BAB. Cairan yang dapat diberikan antara lain: larutan elektrolit (oralit), ASI, susu, atau air tajin. Pada diare, susu tidak perlu diencerkan atau diganti dengan yang rendah laktosa, kecuali bila terbukti diare disebabkan karena intoleransi laktosa
  2. untuk anak yang susah makan, tetap berikan makanan dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasanya namun diberikan lebih sering
  3. obat antidiare tidak boleh diberikan. Akan memperpanjang sakit dan ada risiko efek samping
  4. antibiotik tidak diperlukan, kecuali bila terbukti penyebabnya adalah bakteri yang membutuhkan antibiotik
  5. cairan infus diberikan bila anak mengalami dehidrasi berat
  6. hindari pemberian makanan tertentu bila diare disebabkan oleh gangguan absorpsi makanan
  7. selalu menjaga kebersihan, berguna untuk mengatasi penyebaran penyakit
  • Segera bawa anak ke dokter bila: 
  1. diare disertai dengan darah
  2. diare banyak sekali, berwarna seperti air cucian beras
  3. anak mengalami dehidrasi berat
  4. anak sangat mengantuk 

[rangkumam lain bisa dilihat di label Buku QnA]

Minggu, 26 Januari 2014

Tabung LPG: Kelayakan dan Keamanan

Rencananya bahasan ini akan saya luncurkan saat gonjang-ganjing kenaikan harga LPG awal Januari yang lalu. Apa daya teralihkan oleh kegiatan belajar inline skating.

Suatu siang yang panas, rumah kami diketuk oleh sepasang muda-mudi. Suami saya membukakan pagar dengan sikap yang sedikit waspada. Maklum lah ya di jaman ini kan tidak boleh serta merta memasukkan orang asing ke dalam rumah kita. Ternyata setelah diberikan kesempatan, kedua orang tersebut memberikan penjelasan tentang kelayakan dan keamanan LPG. Saya yang di dalam rumah dengan anak-anak hanya bisa mendengarkan sepotong-sepotong.

Setelah kedua tamu tersebut berlalu, saya pun bertanya kepada suami secara rinci. Dan di tulisan ini akan saya bagikan pula kepada semua pembaca blog saya yang setia, baik hati, dan selalu ngangenin.... (apa kabar semua??). Ciri tabung LPG yang baik di antaranya:
  1. Belum kadaluarsa
  2. Masih memiliki segel berwarna merah
  3. Lingkaran di bagian badan tabung masih berwarna merah
Bingung? Belum ada gambaran? Mari tengok foto-foto yang saya buat berikut ini:


1. masa berlaku tabung LPG, ternyata punya saya sudah kadaluarsa

2. bagian tabung yang seharusnya dilindungi oleh segel/penutup warna merah

3. lingkaran di badan tabung LPG yang harus berwarna merah

Foto no 1 dan 2 di atas merupakan contoh tabung LPG yang tidak memenuhi kriteria tabung gas LPG yang baik. Sehingga saat pemakaiannya pun bermasalah. Aliran gas LPG kadang bisa kadang macet, proses memasak menjadi terganggu. Akibatnya suami wajib ada saat memasak! Saya pun bergembira ketika isi gas di tabung yang bermasalah ini habis. Saat membeli, saya sempat mendapatkan wajah dan kalimat ketus dari penjual. "Nanti kan tabung yang kotor ini balik ke saya, sudah gak apa-apa mbak. Ini cuma kotor sedikit kok." Padahal kotor yang dimaksud penjual tersebut adalah lingkaran berwarna merahnya telah berubah menjadi hitam.

Mengapa lingkaran di badan tabung gas LPG harus berwarna merah? Karena bila berubah menjadi hitam itu artinya tabung LPG telah kena api dan penanda yang menyatakan bahwa tabung akan meledak sudah tidak ada lagi. Berbicara mengenai keamanan saat terjadi kebakaran, yang harus kita lakukan adalah:
  1. Cek warna lingkaran di badan tabung LPG, bila sudah berubah menjadi hitam maka segera berlari menjauhi tabung tersebut karena akan meledak
  2. Bila lingkaran di badan tabung LPG masih berwarna merah, segera copot regulator dan bawa menjauh dari api (berani gak berani, harus berani!)
  3. Dilarang menyiram atau meletakkan kain basah di tabung gas LPG yang akan meledak
Semua sudah dituliskan loh... Ayo segera cek kondisi tabung-tabung gas LPG yang ada di rumah... Semoga semuanya memenuhi kriteria tabung gas LPG yang baik dan proses masak memasak menyajikan hidangan yang sehat dan bernutrisi menjadi lancar tanpa masalah apapun...

Sampai jumpa lagi di tulisan selanjutnya ^_^

Jumat, 20 Desember 2013

Q&A Smart Parents for Healthy Children (Bab 1C)

Ini adalah usaha kedua saya dalam membuat rangkuman buku Q & A Smart Parents for Healthy children. Kemarin lusa entah mengapa ketikan saya hilang begitu saja. Membuat saya dongkol setengah mati. Baiklah mari berusaha lagi... Rangkuman ini buat diri sendiri... Semoga juga bermanfaat buat siapapun yang kesulitan mencari buku satu ini...


3. BATUK PILEK
  • Batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan jalan napas, untuk membuang semua hal (termasuk dahak) yang mengganggu atau menyumbat saluran napas. Jadi, batuk BUKAN penyakit dan batuk bukan “momok”. Batuk merupakan refleks untuk melindungi saluran napas.
  • Batuk bukan penyakit melainkan "alarm". Oleh karena itu, pikirkan apa penyebabnya. Pada bayi dan anak kecil, umumnya disebabkan infeksi virus. Tahunya? Keluar ingus!
  • Prinsip penanganan batuk adalah watchful waiting, yaitu diobservasi sambil memperhatikan keadaan umum lainnya. Bukan langsung merogoh obat.
  • Pengencer dahak terbaik adalah air hangat.
  • Batuk pada anak usia sekolah umumnya disebabkan oleh infeksi virus kecuali bila berkepanjangan lebih dari empat minggu, bisa alergi, bisa kuman. Gejala batuk biasanya akan disertai gejala lain misalnya demam, pilek, atau sesak, kecuali pada alergi. 
  • Jangan berikan obat untuk menghilangkan batuk (menekan refleks batuk ) seperti dekstometorfan atau kodein. Mengapa? Saat anak terkena infeksi virus, terjadi peningkatan produksi lendir di saluran napas sehinggga anak pun “harus” batuk dalam rangka membuang dahak serta membuang kuman/virus penyebab batuknya. Batuk menyebabkan dahak keluar dari jalan napas dan di/tertelan.
  • Pemberian antibiotik pada batuk pilek sama sekali tidak berguna bahkan merugikan karena ia justru akan membunuh bakteri baik di tubuh kita. Efek sampingnya antara lain radang usus besar (kolitis), reaksi alergi, dan munculnya bakteri yang kebal tehadap antibiotik.
  • Muntah pada batuk pilek membantu mengeluarkan lendir. Muntah tidak berbahaya, yang berbahaya kalau dehidrasi akibat muntah. Jangan berikan obat antimuntah karena racun atau zat-zat lain yang membahayakan tidak bisa dikeluarkan bahkan tetap tersimpan di dalam tubuh dan menjadi lebih bahaya. Muntah justru diperlukan.
  • Obat antimuntah akan menyebabkan kita kehilangan jejak atau misleading, di mana bila ada masalah yang lebih berat bisa tidak terdeteksi karena gejala yang ada dihilangkan (dan kita pikir dia sudah sembuh).
  • Asma sama dengan alergi dan pengobatannya adalah HINDARI, HINDARI, dan HINDARI pencetus alergi. Asma tidak bisa diobati dengan antibiotik. Kalau memang anak terkena serangan asma, obat yang paling manjur adalah obat bronkodilator dan steroid (misalnya deksametason) hirup untuk membuka jalan napas.
  • Alergi, asma biasanya ditandai oleh batuk pilek yang tidak terus-menerus, muncul pada saat-saat tertentu saja (misalnya malam hari) serta ada pencetusnya (udara dingin, debu, tungau rumah. Polusi, makanan). Manifestasi alergi lainnya adalah eksem, rinitis alergi (bersin-bersin/ingus di pagi hari, udara dingin atau terpapar debu), atau konjungtivitis alergi (mata merah berair). Jadi, HINDARI pencetusnya dan pelajari cara mengatasinya.
  • Obat-obatan yang tidak perlu saat asma:
  1. sedatif/”obat tidur” (diazepam; luminal), atau yang bisa menimbulkan efek samping sedatif (misalnya CTM)
  2. pengencer dahak (ambroksol, bromheksin) karena dapat memperparah batuk
  3. antibiotik
  • Anak asma butuh kortikosteroid. Tapi anak yang sakit batuk pilek karena infeksi virus JANGAN diberi kortikosteroid. Efek sampingnya mengerikan, antara lain: hipertensi, keropos tulang, diabetes, gangguan pertumbuhan tulang (anak pendek), rambut tumbuh berlebihan (hirsutisme), moon face (muka bengkak), serta perdarahan saluran cerna.
  • Berdasarkan berlangsungnya, batuk dibedakan menjadi:
  1. batuk akut: bila berlangsung kurang dari 8 minggu
  2. batuk kronik: bila berlangsung lebih dari 8 minggu
  • Batuk akut pada anak umumnya disebabkan infeksi virus. Tidak perlu obat-obat khusus apalagi antibiotik dan kortikosteroid. Cukup berikan banyak cairan. Batuk akut memerlukan penanganan serius apabila disertai gejala berikut:
  1. dehidrasi berat. Anak benar-benar menolak minum atau muntah-muntah hebat
  2. penurunan kesadaran
  3. sesak napas
  4. kejang lama atau kejang berulang
  5. demam tinggi (hiperpireksia, suhu diatas 40,5 DC)
  6. muntah-muntah berwarna hijau
  7. perdarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya 
  • Tanda-tanda sesak napas:
    1. frekuensi napas lebih dari:
    40 kali/menit (usia 0-2 bulan)
    30 kali/menit (usia 3-12 bulan)
    24 kali/menit (usia 1-6 tahun)
    20 kali/menit (usia 7-13 tahun)
    16 kali/menit (usia di atas 13 tahun)
    2. ada tarikan otot-otot bantu napas (terlihat cekungan di bawah leher, di dada, di bawah tulang rusuk)
    3. napas cuping hidung (cuping hidung tampak kembang-kempis)
    4. napas terengah-engah, susah bicara
  • Batuk pilek pada bayi kecil umumnya menyertai penyakit bronkiolitis. Bronkiolitis adalah peradangan pada bronkiolus (cabang-cabang saluran napas kecil yang menghubungkan bronkus/cabang tenggorok dengan paru-paru). Umumnya bronkiolitis disebabkan oleh infeksi virus antara lain RSV, adenovirus, dan parainfluenza. 
  • Gejala awal sama dengan gejala salesma seperti ingus meler, bersin, batuk ringan, demam (atau sebaliknya, badan lebih dingin dari biasanya), rewel, cengeng. Dalam dua-tiga hari batuk menjadi-jadi dan dapat disertai mengi. Bila memberat, bisa timbul sesak.
  • Bronkiolitis dapat digolongkan menjadi:
  1. bronkiolitis ringan: keadaan umum cukup baik, masih mau minum dan tidak sesak napas. Tidak memerlukan penanganan khusus, tidak perlu terapi uap dan antibiotk. Jika demam tinggi/sangat rewel, berikan parasetamol. Berikan ASI sesering mungkin saja
  2. bronkiolitis sedang: anak agak sesak. Napas disertai tarikan otot-otot bantu napas (sekitar dada dan perut) dan mulai bernapas menggunakan cuping hidung, mulai sulit untuk diberi makan, bisa terjadi dehidrasi ringan, napas pendek saat menyusu atau makan, atau terdapat beberapa periodettidak bernapas (apne)
  3. bronkiolitis berat: anak sangat lemah, tidak mau minum/makan, sesak (tarikan otot bantu pernapasan, napas cuping hidung, dan grunting), tampak lelah untuk bernapas, dehidrasi berat, dan sering terdapat periode tidak bernapas yang waktunya cukup panjang. Anak dengan bonkiolitis sedang-berat segera bawa ke rumah sakit. Ia butuh terapi inhalasi dengan larutan hypersaline.
  • Meski bronkiolitis dapat mengenai semua bayi, umumnya yang terkena adalah bayi kecil yang sering berada di luar rumah, sering terpapar rokok, dan bayi yang mendapat susu formula. Oleh karena itu, jangan lupa ASI eksklusif ya.
  • Batuk lama (kronik) tidak berbahaya. Penyebab tersering adalah kondisi lingkungan (polusi, lembab, asap rokok). Penyebab lainnya adalah infeksi virus berulang yang menyebabkan bronkitis (radang di saluran napas cabang tenggorokan). Pada anak kecil, infeksi virus dapat terjadi berulang kali, sehingga batuk terkesan menetap.
  • Penyebab lain batuk lama (kronik) adalah alergi, asma atau gangguan THT seperti sinusitis, post nasal drip (lendir dari rongga hidung yang masuk ke dalam rongga mulut), dan otitis media. Atau refluks (aliran balik) asam lambung. Pada usia sekolah ada pula yang dinamakan batuk psiko-genik, yaitu batuk kering yang terjadi tanpa ada bukti kondisi medis yang mendasari, tapi lebih berhubungan dengan keadaan emosi anak.
  • Batuk kronik butuh penanganan serius apabila:
    1. munculnya batuk pada awal kelahiran bayi, hal ini dapat menunjukkan: 
    • kelainan bawaan yang menyebabkan gangguan makan dan menimbulkan aspirasi (tersedak), kelainan anatomi jalan napas.
    • Gangguan pada fungsi silia termasuk fibrosis kistik
    • adanya pneumonia virus kronik (misal oleh CMV) yang dialami selama dalam kandungan atau mendekati waktu persalinan
    2. batuk kronik disertai dahak yang kental dan purulen (bernanah)
    3. batuk menetap setelah anak tersedak
    4. batuk terjadi setelah atau selama pemberian makanan
    5. anak tampak sakit dan mengalami gangguan tumbuh kembang
  • Saat mengalami infeksi saluran napas, termasuk flu, bisa ditemukan gambaran perselubungan atau “bercak” putih di foto rontgen paru. Gambaran ini sering disalah-kaprahkan dengan istilah flek paru yang sebenarnya merupakan penghalusan (eufimisme) istilah tuberkulosis paru (TBC paru). Padahal, mendiagnosis TBC paru pada anak ibarat menyusun sekuntum bunga. Tidak bisa hanya mengandalkan pada satu kelopak saja, tidak bisa hanya berdasarkan rontgen.

[rangkumam lain bisa dilihat di label Buku QnA]

Jumat, 06 Desember 2013

Arti Sebuah Perpisahan

Kali kedua melepaskan si sulung pergi menginap di rumah nenek dalam kurun waktu satu bulan.. Terasa sekali perihnya..

Kali pertama E-boy pergi ketika sehat dan sangat ceria. Waktu itu terlintas di benak saya "oke, merawat bayi satu pasti mudah... aku dan hunny bisa sedikit pacaran". Rupanya pemikiran itu naif sekali. Ketika malam datang... E-baby berubah menjadi sosok bayi yang sangat tidak kami kenali. Tangisannya begitu memilukan. Menjerit-jerit, muka memerah. Disusui pun tidak menghentikan tangisannya. Berusaha berontak dan tidak mau tidur. Saat mata akan terpejam, sontak ia menggelengkan kepalanya. Horor tangisan pun kembali dimulai. Begitu itu sepanjang malam.

Saya dan suami kehabisan cara membuatnya tenang. White noise yang kami putar tak meredakan tangisannya. Pagi menjelang, saya meminta nenek memulangkan E-boy. Begitu E-boy pulang, E-baby takhluk dalam kantuk. Tidur nyenyak. Saya hanya bergerak berdasarkan naluri. Saya merasa anak bungsu ini mencari kakaknya. Tidak genap bila tidak ada kakak yang selalu ramai. Kakak yang menyanyanginya, menciuminya, mengajaknya bicara, menjaganya, memeluknya...

Kali kedua E-boy menginap pergi adalah sebuah keterpaksaan. Dalam kondisi sakit dan sedih. Belum sempat kami memberikan hadiah ulang tahun ke-4 kepada E-boy, hadiah berupa penyakit mumps/parotitis/gondongan datang menghadang. Malam setelah kami merayakan ulang tahun E-boy, kira-kira pukul setengah satu dini hari, E-boy terbangun. Saya sedikit curiga saat E-boy memeluk erat ayahnya. Tidak biasanya ia manja begitu. Setelah buang air kecil, E-boy menjatuhkan badannya ke saya.

Menempel erat minta peluk. Saya tanya "kenapa sayang?". Dan E-boy menjawab "sakit bunda". Investigasi singkat saya lakukan. Bagian yang sakit adalah pipi bagian kanan dekat dengan telinga bawah. Asumsi pertama saya mungkin karena sakit gigi. Maklum kue ulang tahunnya kan rasa manis, berwarna coklat. Ayahnya sadis! E-boy disuruh membuka lebar mulut, geraham kiri kanan E-boy ditekan kuat-kuat. Sontak E-boy menangis dan menjerit. Saya tidak bisa protes. Tidak ada pilihan lain... Saya dekap E-baby agar tidak terbangun.

Sekilas saya melihat pipi kanan E-boy yang dirasakannya sakit. Kok tiba-tiba membesar. Membengkak dengan cepat. Nenek masih saja berargumen, mungkin ini mungkin itu. Kepanikan di malam hari ini membuat saya menjerit tegas "ini gondongen deh. ambil paracetamol sirup, takar 5 ml". Kira-kira dua kali kalimat itu saya ulang. Suami cukup mengerti kapan saya tidak bisa dibantah. E-boy sempat tak mau meminum obatnya. Ya! Karena obatnya berasa ajaib. Rasa mint dengan warna hijau apel. Kami membujuknya untuk meminum habis paracetamol tersebut.

Sepanjang malam saya tidak bisa tidur. Saya browsing sampai kepala dan mata terasa hampir lepas dari posisinya. Benar saja. Keesokan harinya, bengkak di pipi E-boy makin besar. Saya takut adiknya, E-baby, tertular juga. E-boy sedih sekali. Bukan karena sakitnya tetapi karena tidak boleh dekat-dekat dengan adik. Dengan bujukan ringan, E-boy pergi menginap di rumah nenek selama dua hari. Sungguh pilu hati saya. Menyesal lantaran tidak memberikan imunisasi MMR kepada E-boy. Saya memang ceroboh dan menyepelekan penyakit ini.

Pesan saya kepada nenek adalah: "Paracetamol diminumkan kalau panas sekali atau Erdi rewel akibat rasa sakit. Makanan dan minuman yang rasanya kecut harus dihindari". Dari pagi hingga sore, E-baby masih tenang. Saat saya dan suami menelpon E-boy (tentu suaranya dikeraskan), E-baby seakan mencari sumber suara. Tengok ke kanan dan ke kiri, tetapi bayangan mas-nya tidak ditemukan. Malam harinya? Episode nangis jejeritan semalam suntuk kembali hadir. Parah! Lebih parah dari pengalaman sebelumnya.

Keesokan harinya, perasaan saya makin limbung. Tidur kurang. Akhirnya saya membaca-baca dan menemukan sebuah istilah attachment theory. Rupanya bagi E-baby, satu paket itu artinya ayah-bunda-mas Erdi. Di malam kedua, saya punya trik tersendiri mengakali E-baby yang kehilangan E-boy. Apakah itu? Yaitu dengan menidurkan E-baby di tempat mas-nya biasa tidur. Menggunakan bantal-guling mas-nya. Dan malam itu pun saya dan suami bisa tidur.

Ketika E-boy pulang, E-baby tampak gembira. Sungguh hati saya masih sedikit perih. Penyesalan dan rasa tak berdaya menggelanyut. Menyesal karena tidak memberikan imunisasi MMR. Tak berdaya karena tak bisa merawat anak yang sedang sakit. Lega dan sedikit tak ikhlas ketika E-boy pulang, yang pertama dipeluk dan dicium adalah adiknya... Sedangkan saya menjadi urutan kedua. Duuuhh.... Bunda pun sangat rindu Nak... Betapa berartinya kesehatan dan kebersamaan. Perpisahan ini mengajarkan saya untuk lebih bijaksana dan berpikir dua kali sebelum memutuskan sesuatu...